REFLEKSI | Kita Adalah Apa yang Kita Katakan
Maka sama seperti tugas para mahluk yang diberi peran, peran kita adalah bersuara, terus menerus membangunkan kesadaran mahluk, baik di jiwa dan spiritualnya, sehingga kita dengan seperti itu akan diproses kan oleh Allah menjadi manusia spesial, manusia berani, manusia bernyali, yang akan diperhitungkan oleh siapa pun, dan kita tak bisa dianggap remeh apalagi bisa disepelekan.
Ingat juga, hanya untuk memunculkan hal tersebut, kita sampai diingatkan oleh agama kita, berperanlah menyuarakan kebaikan, walau modal kita hanya satu ayat saja sebagai bekalnya.
Maka jadilah kita seperti Nabi sebagai contohnya, Ia kuat memegang kata-kata, dan berani bersuara menyuarakan kebenaran, kehakikian, dan keutamaan.
Hingga kata-katanya menjadi rangkaian sabda, ketika itu di ucapkan. Lalu sampai tertulis hingga menjadi hadist.
Itulah kekuatan suara, dan kata-kata ketika isinya kebenaran dan hikmah.
Dimana ucapannya Nabi kita, sampai tertulis berjuta-juta catatan dari apa yang beliaunya sampaikan.
Mengapa bisa seperti itu ?
Itu karena, selama ia hidup, kata-katanya merupakan mutiara yang luar biasa berharga, sehingga menjadi bekal bagi ruhani yang ingin tercerahkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!