REFLEKSI | Jutawan Jalur Halusinasi
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 15 Desember 2025 | 08:03 WIB
Oleh Didi Subandi
PAGI di Cimenyan. Kabut tipis menyelimuti lembah, membuat pemandangan luas di bawah sana terlihat samar. Di depan saya, hanya ada satu hal yang jelas dan nyata: secangkir kopi hitam di cangkir kecil.
Ukurannya kecil. Tidak semewah view lembah, tidak sebesar gunung. Tapi kopi kecil inilah yang nyata bisa saya minum. Pemandangan besar itu? Cuma bisa dipandang, tidak bisa diseruput.
Di sinilah otokritik saya pagi ini pelan pelan kita gass....
Kita sering terjebak menjadi "Arsitek Istana Angan-Angan".
Kita punya rencana hidup yang grand, yang megah.
"Tahun depan harus punya omzet miliaran!"
"Harus jadi influencer jutaan follower!"
"Harus punya mobil mewah
Hebat? Sekilas iya. Tapi penyakitnya adalah: Kita jijik pada yang kecil.
Saat disuruh mulai jualan untung seribu perak? "Ah, receh. Kapan kayanya?"
Saat disuruh mulai olahraga jalan kaki 10 menit? "Ah, nanggung. Mending lari maraton (tapi nanti kalau udah beli sepatu mahal)."
Saat disuruh nabung ceban sehari? "Ah, kecil amat."
Kita meremehkan langkah kecil yang nyata (sedikit yang kita jalani), demi memuja mimpi besar yang cuma ada di kepala (angan-angan).
Kita lupa matematika Tuhan.
Satu langkah nyata nilainya 1.
Sejuta langkah dalam angan-angan nilainya 0.
Kita lebih memilih jadi "Jutawan Imajinari" daripada jadi "Pedagang Recehan yang Nyata".
Kita sibuk mendongak ke langit menunggu hujan emas, sampai lupa menyukuri air di cangkir sendiri yang sudah siap diminum.
Padahal kuncinya cuma satu: Bersyukur.
Mau itu langkah kecil, mau itu gaji UMR, mau itu jualan laku satu biji... kalau disyukuri, dia jadi daging. Dia jadi berkah.
Mimpi besar tanpa langkah kecil itu namanya Halusinasi.
Dan langkah kecil tanpa rasa syukur itu namanya Ambisi yang Menyiksa.
Lebih baik jadi semut yang berjalan, daripada jadi gajah yang cuma bisa bermimpi lari.
Renungan pagi di Citapen Cimenyan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!