REFLEKSI | Hoaks dan Kita
Tapi hoaks kita nikmati, bahkan malah kita pun memproduksi hoaks itu sendiri, dan puas bilamana hoaks kita ada yang menanggapi. Sangat-sangat di sesalkan!
Aneh kan ? Merasa kah diri kita sering bobol mata hati kita termakan berita hoaks ? Yaa...penulis sering ! Sering kecolongan juga sih. Itu dulu tapinya !! Sebelum insaf, dan Tuhan belum memberi petunjuk, hidayahNya.
Hoax dan kita, bagi yang mata hatinya tak hidup, bagaikan baju-baju yang gagah dan cantik, yang kita kenakan!
Lalu dengan gayanya, baju itu kita pakai dan bergayalah kita dengan baju itu, sampai kita pamer-pamerkan di depan publik, seperti peragawan peragawati cari perhatian.
Itulah hoaks, kebohongannya yang sok iye, dan yang bacanyapun lurus-lurus juga, iye iye ajeh.
Bahaya kang mas jika kita hidup Tampa filter !! Lubang kloset saja diberi penyaring agar bisa menyaring kotoran yang bisa menghambat lubang pembuangan.
Coba bayangkan jika lubang pembuangan tertimbun banyak kotoran dan sampah yang mengendap...bakal kewalahan kita air toilet tak lancar, dan lubang pembuangannya bermasalah...tak nyaman kita dengan Toilet kita yang bermasalah itu. Bahkan hanya karena lubang kloset, hidup kita bagaikan di neraka...
Lah sekarang otak ! Memori kita ! Itu tak kita filter ? Bhuaahaayaa ....sekali nantinya !! Akan sama saja nantinya bermasalah, seperti si lubang toilet itu kang mas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!