REFLEKSI | Hidupkan Nurani
Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.
PARA pelakon hidup, yang jadi penempuh jalan langit, dan akhirnya jadi teladan manusia dengan beragam keyakinannya itu, merupakan manusia yang selalu menyempurnakan "Nurani" nya.
Nuraninya itulah, bekal ia menjadi manusia mulia dikalangan manusia sesamanya, dimasa ia masih ada, dan dimasa selanjutnya setelah ia tiada.
Baca juga
REFLEKSI | Merendahkan Diri REFLEKSI | Kebaikan Itu Kemenangan REFLEKSI | “Manual Book” Tuhan REFLEKSI | Mau Mendengar
Nurani itu ibarat berlian berharga, semakin berat bobot karatnya, maka ia semakin mahal dan akan sangat berharga.
Manusia penempuh jalan langit adalah manusia jenis langka, karena ketika yang lain cenderung mengumbar nafsu, mengumbar emosi, mengumbar hal duniawi, dan jadi tertutup mata hati dan nuraninya, mereka yang memilih jalan langit malah hidup sebaliknya.
Mereka menekan nafsunya, menahan emosinya, dan hidup sederhana jauh dari keduniawian yang di cari banyak orang.
Perhatikan para Nabi, perhatikan para Awatara, dan sang Siddharta, para guru spiritual...mereka adalah orang -orang yang menghaluskan nuraninya, menghidupkan hatinya, dan menekan duniawinya, yang bagi mereka itu tak penting, dan yang utama bagi mereka adalah meniti jalan jiwa, untuk bisa sampai pada kesempurnaan, menjadi manusia sejati.
Apa itu manusia sejati ? Manusia yang sudah mencukupkan dirinya dengan sunyi, mati selagi hidup, hidup untuk melakukan banyak amal kebajikan, dan pelayanan bagi manusia kebanyakan.
Apa ada model manusia seperti itu di jaman ini ?
Pastinya ada, contoh kongkrit bagi kita, untuk manusia seperti itu, adalah Gus Dur, ia bahkan di anggap manusia setengah dewa oleh saudara kita yang Tionghoa.
Dan oleh umat Muslim, ia diangap sebagai wali, seorang yang sudah bisa menaruh nafsunya di bawah telapak kakinya sendiri.
Bagi saudara kita yang Kristen, sosok Gus Dur adalah tokoh perekat, tokoh kebhinekaan, bapak pluralisme Indonesia.
Mengapa Gus Dur bisa seperti itu ?
Karena ia membangun dan terus mengasah Nuraninya, serta menjalankan dan mempraktekan Nurani nya, saat ia berkesempatan menjadi tokoh bangsa. Dan ia berhasil.
Sehingga apa yang akhirnya muncul dari Nurani yang dikedepankan itu ?
Rasa kebersamaan, adanya ikatan persaudaraan, saling mengayomi, saling menyadarkan, dan saling mengasihi pada akhirnya.
Ya itulah arti kita bisa menghidupkan Nurani, karena nurani adalah ajaran tertinggi dari semua agama, yakni untuk bisa saling mengasihi.
Dan dengan Nurani, insyaallah kita hidup dalam kedamaian dan saling mencintai. ***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!