REFLEKSI | Hatinya Qur'an
Kita tinggal menggunakannya saja, kuncinya telah Nabi beri, tinggal kita membuka pintunya dan mendapatkan keberkahannya.
Maka ketika ada hadist Nabi yang mencoba menjelaskan pentingnya surat tertentu, bisa saja dengan mudah malah bibir kita menganggap hadist itu lemah, dhoif, padahal surat dalam al Qur'annya saja, itu sesuatu yang maha dasyat yang datangnya langsung dari sang Maha Pencipta, Allah Azza Wa Jalla.
Apakah kita pernah menistakan ayat dalam kitab yang berisi firman Allah dalam Al Qur'an ?
Awas, para penista bisa saja, mengumpat dari pintu masuk menyebutkan hadits dhoif, lemah, untuk ayat Al Qur'an yang kita akan amalkan, dan baca.
Maka bagi para penista yang merendahkan setiap firman Allah, maka Allah sendiri yang akan melegamkan hatinya, memicikan pikirannya, menjadikannya ia seseorang yang sangat bodoh melebihi setan, dan Iblis yang pembangkang untuk bersujud pada Adam.
Setiap kitab suci ada keunggulan dalam ayat-ayat yang menjadi isinya. Dan inti dari keunggulan itu, bisa disebutkan dengan istilah yang sangat penting, agung, luhur, dalam, dan inti !
Maka ketika kita memiliki kitab suci yang datangnya dari Allah, sebagai kumpulan firman-firman suciNya, maka dalam firman Allah yang ada dalam kitab suci kita itu, ada sesuatu yang paling inti yang harus kita pahami, dan apakah itu ?
Sabda Rasulullah SAW, "Setiap sesuatu mempunyai hati. Adapun hati Alquran adalah Yasin. Maka barang siapa yang membaca Yasin, maka Allah menulis baginya (pahala) membaca Alquran 10 kali, selain Yasin". (HR Tirmidzi).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!