REFLEKSI | Duri Dalam Daging
Dendam adalah barang rongsok, yang diambil dari lemari pusakanya, sang angkara murka, yakni setan.
Ia sengaja memberimu harta warisan tak berharga, agar bagimu, itu adalah seperti kekayaan berharga, yang layak kau simpan.
Bertahun tahun, bahkan sampai akhir hidupmu, dan ajal sudah mendekat, namun dendam tak juga terbalaskan, sang durjana, setan, akan datang padamu... Warisan dendam yang merupakan barang rongsokan, yang kau genggam kuat dalam hatimu, apakah layak kau bawa mati ?
Jika jawabmu, layak, karena rasa sakitmu teramat sangat, dan dendam itu kau bawa mati..
Maka bertepuk tanganlah sang setan, penuh riang gembira, karena ia memenangkan perang besar di dirimu, dan kau mati sebagai orang taklukkan setan, sang durjana.
Sungguh kita telah tertipu. Sumpah kita telah sangat di butakan setan.
Dendam atau rasa dendam, adalah duri dalam daging yang menutup kehadiran kemuliaan diri kita.
Diri kita sangat suci, untuk sekedar syetan susupi duri dendam. Tak layak bagi umat Nabi SAW menyimpan dendam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!