REFLEKSI | Diet Bangkai Digital
Oleh Didi Subandi
PAGI di Cimenyan. Di kebun kecil depan teras, ekosistem sedang bekerja. Ada lebah (kumbang) yang sibuk berdengung, hinggap dari satu kelopak ke kelopak lain. Dia pemilih. Dia sabar. Dia hanya mengambil saripati, sedikit demi sedikit, lalu mengolahnya jadi madu yang menyembuhkan.
Di sudut lain, dekat tempat sampah, ada lalat hijau. Matanya besar, warnanya mengkilap, tapi seleranya... menjijikkan.
Dia tidak tertarik pada mawar yang wangi. Dia tertarik pada bangkai tikus atau sisa makanan busuk. Dia hinggap di sana, berpesta pora, dan menyebarkan penyakit.
Di depan kopi hitam yang wangi ini, saya termenung.
Di sinilah perenungan diri dimulai. Kita sering merasa diri kita ini "Lebah" yang mulia, tapi kelakuan kita di media sosial membuktikan bahwa kita adalah "Lalat Hijau".
Coba cek riwayat browser atau topik obrolan kita:
1. Mentalitas Kumbang (Yang Jarang Kita Pakai): Ada teman yang sukses, ada ilmu yang bermanfaat, ada nasihat bijak (bunga). Harusnya kita hinggap, kita serap ilmunya sedikit demi sedikit, kita jadikan motivasi (madu).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!