REFLEKSI | Diet Bangkai Digital

ED
Rabu, 3 Desember 2025 | 06:43 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Diet Bangkai Digital

Oleh Didi Subandi

PAGI di Cimenyan. Di kebun kecil depan teras, ekosistem sedang bekerja. Ada lebah (kumbang) yang sibuk berdengung, hinggap dari satu kelopak ke kelopak lain. Dia pemilih. Dia sabar. Dia hanya mengambil saripati, sedikit demi sedikit, lalu mengolahnya jadi madu yang menyembuhkan.

​Di sudut lain, dekat tempat sampah, ada lalat hijau. Matanya besar, warnanya mengkilap, tapi seleranya... menjijikkan.

Dia tidak tertarik pada mawar yang wangi. Dia tertarik pada bangkai tikus atau sisa makanan busuk. Dia hinggap di sana, berpesta pora, dan menyebarkan penyakit.

​Di depan kopi hitam yang wangi ini, saya termenung.

​Di sinilah perenungan diri dimulai. Kita sering merasa diri kita ini "Lebah" yang mulia, tapi kelakuan kita di media sosial membuktikan bahwa kita adalah "Lalat Hijau". ​

Coba cek riwayat browser atau topik obrolan kita:

1. ​Mentalitas Kumbang (Yang Jarang Kita Pakai): Ada teman yang sukses, ada ilmu yang bermanfaat, ada nasihat bijak (bunga). Harusnya kita hinggap, kita serap ilmunya sedikit demi sedikit, kita jadikan motivasi (madu).

Tapi apa reaksi kita? "Ah, pencitraan doang tuh." Kita lewati bunganya, kita malah cari celanya.

2. ​Mentalitas Lalat Hijau (Yang Hobi Kita Pakai): Ada aib orang terbongkar (bangkai). Ada skandal artis. Ada video orang marah-marah. Ada berita hoax yang memancing emosi (kotoran). Mata kita langsung ijo. Kita kerumuni beramai-ramai. Kita share, kita bahas sampai tuntas, kita analisa baunya. Kita berpesta di atas bangkai kehormatan orang lain.

​Kita punya hidung yang aneh..... Disuguhi 1000 kebaikan (bunga), kita diam saja. Tapi begitu ada 1 keburukan (bangkai), penciuman kita tajamnya minta ampun. Kita cari sampai ketemu, lalu kita sebar-sebarkan "bakteri"-nya ke grup WhatsApp keluarga.

​Kita mengaku ingin hidup yang "manis" seperti madu, tapi menu sarapan kita setiap pagi adalah "bangkai" gosip dan "sampah" informasi.

​Mulai pagi ini, coba tanya pada diri sendiri saat jari mau mengetuk layar: "Saya ini lebah yang sedang mencari sari pati, atau lalat yang sedang mencari sensasi?".***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.