REFLEKSI | Dekat dengan Ulama Akhirat
“Sedang mereka khusyu’ kepada Allah dan tidak menukarkan ayat-ayat-Nya dengan harga yang sedikit.” (QS: Ali ‘Imran: 199)
Dengan kata lain, jika seseorang yang memiliki banyak ilmu, namun tidak terlihat tanda-tanda kekhusyu’an padanya, maka ilmunya pasti tidak bermanfaat.
Ciri ketiga, tawadhu. Yaitu ulama rendah hati dan tidak sombong Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
“Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.” (QS: al-Hijr: 88, senada juga QS: asy-Syu’ara’: 215)
Kerendahhatian adalah teladan para Nabi, sedangkan kebalikannya merupakan ajaran Iblis. Bukankah Allah melaknat Iblis karena ia menyombongkan diri?
Ciri keempat, khusnul khuluq. yaitu berakhlak baik Inilah akhlak Rosululloh, sebagaimana di nyatakan Al-Qur’an:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!