REFLEKSI | Bismillah
Sehingga sejauh mana manusia bisa menemukan kebenarannya, pergulatan batin akan berkecamuk dalam dadanya dahulu, hingga pada akhirnya ia pun akan difahamkan dengan sendirinya melalui proses panjangnya itu.
Maka berbahagialah bagi kita yang selalu bersyukur, dan mengikuti para ulama terdahulu yang telah menjaga , "Bismillah-nya," sehingga keseluruhan firman, kalam Allah dalam setiap ayat disurat-surat dalam Al Qur'an, kita jaga tautan ke alam kegaibanNya, untuk sampai bacaan kita, dari apa yang kita baca, yakni Qu'ran, kekehadiratNya, hingga menembus ArsyNya, subhanallah.
Kuncinya untuk sampai sana, kita mulai dengan selalu mengaktifkan saklar listriknya yakni kata, "Bismillah" sehingga ayat-ayat dalam setiap bacaan Al Qur'an, yang kita bacakan, jadi penuh cahaya, yang hikmahnya masuk kedalam hati kita.
Ingat kata Nabi soal mereka yang bacaan Al Qur'an nya hanya sampai tenggorokan ! Itu perumpamaan, istilah untuk mereka yang melupakan, dan mencampakkan kata Bismillah di awal membacakan kalamnya Allah.
Mereka adalah orang-orang yang mengaku beriman, namun mati hatinya, sebab hikmah bacaan, dan cahaya Al Qur'an tidak sampai menerangi dan masuk kedalam hatinya, naudzubillah min dzalik.
Jadi inilah pentingnya adab dalam membaca Qur'an, Bismillah merupakan adab pada Allah yang paling utama, yang kita lakukan, agar mendapat kasih dan sayang dariNya.
Maka wajar ada anekdot, para wali zaman dahulu, hanya dengan mengucapkan kata Bismillah, ia bisa melakukan perjalanan secepat cahaya, berada di satu tempat, dan tempat lainnya, dengan kilat, seperti bisa melipat bumi... Mengapa itu bisa terjadi ? Ada kasih sayang Allah yang Allah peruntukan baginya.
Ternyata, bagi kita yang bodoh, tapi kita mengikuti para ulama terdahulu yang sudah betul-betul mukasyafah pandangan batinnya, insyaallah, awalan kita dalam membaca Al Qur'an dengan menyebutkan kalimat Bismillah...
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!