REFLEKSI | Berwawasan Luas Kesempurnaan Diri

ED
Sabtu, 23 April 2022 | 07:25 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Berwawasan Luas Kesempurnaan Diri

Hingga wajar beberapa ahli tafsir pun, melihat konteks mencari keterkaitan, dari hal yang khusus pada bab, sosok pencerah, adalah gambaran manusia yang paling sempurna, diatas rata-rata manusia biasa pada umumnya ! Dan itu dikarenakan mereka, telah benar-benar memaksimalkan upaya lahir batin, akal pikiran, perbuatan dan tindakan, untuk memberi kebermanfaatan diri pada orang lain disekelilingnya.

Sesungguhnya Allah telah mengutus banyak Nabi-Nabi yang tak terbilang jumlahnya, yang di utus pada setiap umat, sebagai pencerah atau menerang pada kaumnya, sehingga perlu di fahami, ajaran-ajaran kebaikan yang dibawa para pencerah, Nabi, Rasul, tentunya datang dari sang sumber pencerah itu sendiri, yakni Allah SWT....tiada lain !

Iqro mengajarkan kita untuk bisa membaca. Membaca dalam artian yang tentunya sangat luas, tidak sekedar di pahami seperti halnya kita membaca. Ada konteks membaca apa yang tersurat, dan tersirat, membaca apa yang dilihat lahir, dan apa yang dilihat bathin...untuk mengetahui fenomena, dan mendapatkan solusinya, sebagai suatu jawaban.

Tiga kali di ajak Nabi kita Muhammad SAW, agar yakin dan bisa mencobanya untuk membaca oleh Jibril. Sampai yang keempat kalinya, Nabi harus didekap erat Malaikat Jibril, hingga jalan nafasnya tersengal...hal itu, hanya untuk menegaskan Sang Nabi, bahwa ia mampu, bisa membaca, dan Malaikat Jibril mensugesti Nabi kita dengan sangat kuat, sampai harus mendekapnya.

Hingga pertemuan pertama dengan Jibril itulah, Nabi SAW kita mendapat pencerahan, mendapat ilmu, pemahaman, untuk kesempurnaan akal budi, rasa, dan pengetahuannya, seperti halnya para Nabi dan pencerah pada umat lainnya.

Bersyukur lah kita, bahwa sanya kita di bekali banyak contoh manusi-manusia paripurna yang sempurna, seperti halnya Nabi kita, para sahabat beliau tabiin, kemudian Tabi'ut Tabi'in atau Atbaut Tabi'in adalah generasi setelah Tabi'in, para wali, dan guru guru Mursyid yang mulia.

Belajarlah kita, dari perjuangan mereka yang disebutkan di atas, dalam mencapai kesempurnaannya. Belajarlah kita dari cara mereka dalam meraih kepercayaan orang untuk mempercayainya. Dan belajarlah kita dari kegigihan mereka membangun karakter diri menjadi manusia utama, manusia paripurna seperti halnya yang Nabi inginkan untuk umatnya agar bisa seperti itu. Menuju kesempurnaan pikir, iman, ahlaq, dan perbuatan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.