REFLEKSI | Berumah Tangga
Menghormati keberadaan cinta, atas dasar rasa cinta yang ada pada keduanya, akan membuka pintu kesetiaan, keterbukaan, dan keutuhan, dalam menjaga biduk cinta yang tengah mengarungi samudra luas, tanpa bisa digoyahkan oleh gelombang laut setinggi apapun.
Semua ujian dalam berumah tangga yang kita hadapi, akan menjadi riak kecil yang tak akan berarti, jika kitanya pun tak mempermasalahkan riak kecil itu. Bahkan andai gelombang ganas menerjangpun, jika kitanya tenang, waspada dan penuh kehati-hatian menghadapinya, kapal akan tetap selamat bisa kita bawa sampai tujuan.
Tapi riak kecil akan jadi penyebab oleng dan tenggelamnya kapal kita, jika kita menghadapinya penuh ketakutan, penuh kepanikan, emosional, tak berpikir jernih, yang akhirnya, histerisnya kita malah membuat kenyamanan, dan kewaspadaan kita hilang.
Hidup berumah tangga yang kita jalani dalam menghadapi segala godaannya, semua akan kembali pada keduanya, pada cara kita penyelesaikan permasalahan dan cara kita menyikapinya. Dan untuk itu kita harus selalu berkompromi.
Berpikirlah bahwa kita sedang dalam perjalanan yang belum usai. Berpikirlah bahwa kapal kita belum sampai pelabuhannya.
Lalu, andai kita tak berpikir jernih, kita sikapi dengan emosional segala sesuatu cobaan itu, resikonya akan kita ambil sendiri. Penyesalan selalu akan datang kemudian, dan nasipun bisa jadi bubur.
Jika kita kalap, tak berpikir rasional, maka syaetan akan gembira menyambut sikap kita. Jika sudah demikian, maka kehancuran karena sikap tak rasional kita itulah yang akan menghancurkan cinta pada semuanya.
Jangan mempermalukan pasangan kita jika kita masih berharap padanya. Jangan merusak kehormatannya jika kita masih ingin bersamanya. Dan kalaupun takdir berkata lain, jodoh ternyata tak panjang, kehormatan setiap orang, termasuk pasangan yang pernah jadi pendamping kita, tetap harus selalu kita jaga. Dan jangan umbar kejelekannya menurutkan hawa nafsu kita yang dilandasi kebencian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!