REFLEKSI | Bertemu Waliyullah II
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
ALHAMDULILLAH, kemarin malam penulis menyengajakan diri untuk menemui seseorang yang namanya menjadi pertanyaan besar dalam diri penulis.
Apa ia masih ada seorang yang hidup di zaman serba duniawi ini, seorang yang memiliki rasa keikhlasan luar biasa, lepas dari ikatan kebendaan duniawi, hingga dunia baginya, merupakan permainan semata, yang tidak mungkin memalingkannya.
Dan nyatanya, setelah penulis menyaksikan langsung, tergambar hal agung yang memang nyata, bahwa masih ada pada saat ini manusia dengan kualitas spiritual keillahiahan, namun kakinya kuat menginjak bumi, dengan tangan kanannya yang memegang erat keikhlasan, dan tangan kirinya memegang kuat prinsip kesabaran tak tergoyahkan, hingga nafsu duniawinya, ego manusianya, mampu ia injak dan tundukan, dibawah kedua telapak kakinya yang kokoh, subhanallah.
Maka benar apa yang di kata dalam hadist Nabi, siapa meninggalkan dunia, maka dunia berbalik akan mengejarnya.
Yaa, penulis menyaksikan bagaimana kesederhanaan orang yang penulis ingin temui semenjak jauh-jauh hari itu...apa yang penulis lihat, hanya ingin memastikan, dan menyamakan, apa benar teori-teori sosok wali, dimana sangat berat cirinya, nampak pada sosok manusia yang penulis lihat didepan mata saat itu.
Masyaallah, ciri, kriteria, dan semua apa yang disebutkan orang, tentang bagaimana sosok Aulia Allah yang santun, ramah, penuh kasih sayang, zuhud, dan penebar aura positif, hari itu berada di depan mata penulis, subhanallah.
Hingga sepulangnya penulis dari sana, penulis langsung menuliskan pengalaman bertemunya penulis dengan sang waliyullah itu, dalam catatan ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!