Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 28 Agustus 2026 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026

REFLEKSI | Berdialog dengan Allah

ED
Jumat, 8 April 2022 | 06:13 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Berdialog dengan Allah

Senjata kita, atau alat yang mutakhir, yang bisa di gunakan agar bisa sampai ke haribaan Allah, dari seorang manusia, adalah "Hati." Hati kita itulah perantara untuk menyampaikan hajat-hajat kita agar bisa sampai kepada Nya.

Maka perbaiki hati kita, jika kita ingin bisa dan mampu berdialog dengan Nya ! Mau tak mau, syarat ini hanya khusus di miliki oleh mereka yang memang bisa menyesuaikan hatinya, dari yang sebelumnya buram menjadi bening sebening kaca.

Jika hati kita sudah sebening kaca, hati kita itu bagaikan cermin, apa yang ada di atas, akan tergambar pada cermin itu sendiri, dan bisa kita lihat.

Hati kita itulah cermin yang mampu menangkap apa yang tak terlihat, hati kitalah jembatan "antara" yang mampu menyampaikan bahasa komunikasi kita, baik yang gamblang maupun pesan simbolik kita kepadaNya.

Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat jika terkena air. Sahabat bertanya. "Ya Rasulullah apakah pembersihnya? beliau bersabda "Banyak mengingat maut dan membaca Alquran."

Perihal hati, menurut Maulana Muhammad Zakkariya Al-Khandalwai dalam kitabnya Fadhilah Amal; " hati diibaratkan cermin, semakin kotor, semakin redup sinar yang dipantulkannya, sebaliknya semakin bersih semakin terang pantulan sinar marifatnya."

Bagaimana memperbaiki hati kita sehingga mampu berdialog dengan Allah ?

Untuk membersihkan hati yang kotor kata, al-Kandahlawi, para ulama suluk tasawuf menganjurkan agar kita banyak melakukan mujahadah, riyadhah dan sibuk beribadah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.