REFLEKSI | Berdialog dengan Allah
Sahabat... Allah itu dzat yang maha tersembunyi, tapi Ia sangatlah dekat. Ia ada dekat bersama kita, bahkan terlampau dekat, sehingga antara kita dan diriNya (Allah) sudah beriringan.
Telaah hadist nabi bahwa Allah lebih dekat dari pada urat leher kita. Telaah nafas yang kita hirup dan hembuskan oleh kita di setiap waktunya, yang menunjukan, bahwa ia menghidupkan kita, menjaga kita, dan merawat kita. Telaah tidur kita yang menjembatani adanya alam mimpi, yang Allah peruntukan sebagai jembatan kesadaran ruh, jika ruh kita bersih tentunya.
Lalu dimana, dan bagaimana kita bisa mulai berdialog dengan Nya ?
Dalam tataran kita manusia, sebagai hamba yang berada dalam maqom syariat... Terjadinya dialog kita denganNya (Allah Azza Wa Jalla) adalah bisa dari membaca Alquran.
Dimana dalam Al-Qur'an tersebut, tersimpan Ayat-ayat sebagai KalamNya, atau ucapan Allah yang tertulis, yang didalamnya akan kita dapatkan petunjuk, dimana setiap ayat, ada yang sangat multi tafsir, dan ada yang berupa petunjuk yang jelas, sehingga, dalam Surat Lukman, ayat 27 disebutkan, perumpamaan ayat-ayat Allah dalam Al Qur'an, memiliki keluasan tafsir yang tidak ada habis-habisnya...
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. QS. Luqman Ayat 27
Luar biasa petunjuk Allah, di dalam Al Qur'an, yang bagi kita Muslim, seharusnya ini jelas, nyata, semua hal, terkait pedoman hidup, jika kita mencari selamat dunia dan akhirat, adalah mengacu pada apa yang Allah catatkan bagi kita atas kalamNya di sana (Al Quran) sebagai kitab sucinya umat Islam.
Lalu bagaimana dialog dengan Allah nya ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!