REFLEKSI | Berdialog dengan Allah
Ini sama seperti kita hanya bisa memotong daging, tampa bisa merasakan bagaimana lezatnya daging jika kita masak dan olah.
Berarti, baca tampa faham artinya, seperti sebuah perjalan kita untuk sampai tujuan, belum sampai tengah perjalanannya, atau masih jauh sampai ketujuannya. Dan andai mau sempurna, ya harus melakukan, baca, memahami, hingga mampu mencari penafsirannya...dan itulah kunci adanya dialog-dialog kita dengan Allah sebagai pemilik Kalam itu.
Hanya itukah cara berdialog kita dengan Allah Subhanahu wa ta'alla ? Lalu hubungannya dengan pertanyaan paling atas bagaimana ?
Berdialog dengan Allah selanjutnya, adalah dengan kita melakukan doa, berdoa adalah salah satu cara kita berdialog dengan Nya.
Allah memahami setiap maksud. Allah mengerti semua bahasa, jikapun kita tak mengucapkannya. Allah tahu apa yang jadi keinginan dari diri kita yang terpendam. Hadirkan hati untuk membuka dialog denganNya. Hanya itu cara terbaik kita, untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Dzat yang maha Rohman maha Rohim ini.
Dialog dengan Allah lewat doa, baik yang dilakukan setelah kita selesai ibadah, maupun berdoa saat kita ingat, merupakan kebutuhan ruhaniah kita, yang sangat dasar. Dengan berdoa, memanjatkan hajat kita, ada dialog dari hati yang Allah simpan kemampuan terpendam hati kita untuk bisa sampai menuju Arsy Nya.
Apa yang terjadi ? Hanya oleh hati yang suci, bening, dan penuh keikhlasan, dialog lewat hati kita, akan sampai pada Nya, dan Allah kontan bisa langsung menjawab doa kita itu.
Maksudnya bagaimana ini, apakah mungkin ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!