REFLEKSI | Banyak Jasa Orang Lain
Siapapun yang berbuat kebaikan dengan tulus, maka Allah yang akan berterimaksih kepadanya. Pujian dan ucapan terimakasih dari manusia hanyalah bagian dari kesenangan dunia.
Ketika terjadi perang Badar dan kaum muslimin menang, saat itu berhasil menawan 70 pembesar kafir Quraisy di kota Madinah, kemudian Rasulullah saw ingat akan kebaikan seorang kafir Quraisy yang bernama Mut’im bin ‘Adiy yang pernah menolong Nabi saw dan keluarga-keluarga beliau dari embargo di Makkah. Namun Mut’im bin ‘Adiy telah meninggal, apa yang disabdakan beliau :
لَوْ كَانَ الْمُطْعِمُ بْنُ عَدِيٍّ حَيًّا ثُمَّ كَلَّمَنِي فِي هَؤُلَاءِ النَّتْنَى لَتَرَكْتُهُمْ لَهُ
“Andai saja Mut’im bin ‘Adiy masih hidup, lalu ia berbicara sesuatu (memberikan kebijakan) tentang orang-orang jahat (musuh-musuh Allah) ini untuk mengampuni atau mengasihani mereka, maka akan aku bebaskan mereka untuknya.” (HR. Bukhari)
Kisah ini mengingatkan kita untuk bisa membalas kebaikan orang lain, bahkan pada orang kafir sekalipun. Kata Habib Ali Al Jufri berkata "Jika tanganmu pendek untuk membalas kebaikan seseorang maka panjangkanlah lisanmu untuk mendoakannya."
Wallahu'alam
- Penulis Hanyalah Al Faqir
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!