IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Bagai Mimpi

ED
Selasa, 6 Desember 2022 | 06:29 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Bagai Mimpi

Bagaimana ia harus membantu banyak orang yang kesulitan karena adanya prosedural yang tak masuk akal, yang sebetulnya bisa ia perbaiki. Maka disinilah nilai dirinya di uji !

Dan keberadaannya ternyata, telah Allah gariskan untuk membenahi urusan yang sebelumnya carut marut, menjadi lebih baik, lancar, dan tertib, subhanallah.

Tidak semata-mata Allah lebihkan seseorang dalam menempatkan keberadaan dirinya, diantara manusia lainnya, jika tak ada yang Allah lihat dari kapasitas si manusia tersebut, dan beban yang akan ia emban, sebagai tugasnya untuk membenahi itu semua.

Lihat kisah Umar bin Abdul Aziz, sosok yang semula tak populer pada masa Bani Umayyah, yang pada masa itu problem kekusutan pemerintahan bobrok, lalu Allah hadirkan ia (Umar bin Abdul Aziz) maka pada masa kekhalifahannya, kemaslahatan umat kembali hadir, dan Islam berada pada rel kemasyhurannya kembali.

Untuk orang terpilih, Allah akan ajari dan fahamkan ia dengan sesegera mungkin, dan sebaik mungkin yang ia bisa tangkap dari pengajaran Allah, baik melalui IlhamNya, memberi kecerdasan spiritual yang kuat pada manusia pilihanNya itu.

Ia bisa mendapat banyak masukan dari cara Allah menguatkan potensinya, baik melalui pengamatannya, atas apa yang harus ia kuasai. Sehingga dengan bekal insting yang Allah kuatkan, manusia yang Allah beri posisi bagai mimpi ini, bisa mengemban tugasnya sesuai rencana Allah.

Lalu bagaimana pada manusia yang Allah angkat derajatnya, malah ia lupa diri, merasa bisa sampai ke posisi terbaiknya sekarang, serasa ia lah yang mengusahakannya !

Manusia seperti ini, adalah manusia yang lupa bersyukur pada manusia yang telah membantunya. Rasa syukur itu tak hanya di tujukan pada Allah semata, rasa mensyukuri nikmat Allah karena adanya peran manusia lain yang telah membantunya, adalah sebagian dari adab manusia yang tahu diri. Maka pakailah adab itu dengan tidak bersombong diri, apalagi sampai ia melupakan jasa manusia yang telah membantu ia bangkit dari keterpurukannya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.