REFLEKSI | Bagai Mimpi
Hal ini juga tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW: "Allah SWT telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi," (H.R. Muslim).
Jenis takdir muallaq tersebut, yakni takdir atau ketetapan dari Allah SWT yang dapat diubah oleh umat manusia, dengan ikhtiar atau usaha, jalan pintasnya, atau rahasia terbesarnya, ada pada hubungan baik kita dengan sesama manusia. Itulah kuncinya.
Maka, sebaik-baiknya diri, dari manusia yang Allah angkat derajatnya itu, ia harus harus pandai memanfaatkan kebaikan ALLAH yang ia peroleh.
Setelah Allah hadirkan kesempatan terbaik pada dirinya, dengan izinNya, dimana kita bisa menempati posisi strategis, timbal balik pun harus ada !
Apa timbal baliknya ? Timbal baliknya adalah memanfaatkan diri kita, untuk menghadirkan nilai kebermanfaatan diri sebesar-besarnya bagi kemaslahatan manusia lainnya.
Sehingga dengan begitu, Allah akan melihat kita termasuk orang yang pandai bersyukur, dan bisa dipandang sosok yang tepat, yang Allah hadirkan bagi umat, sebagai keberkahan bagi hamba-hambaNya di sebuah wilayah.
Banyak manusia yang Allah angkat derajatnya, yang sebelumnya ia merupakan manusia yang diposisi terpuruk, tak beruntung, tak dikenal banyak kalangan, orang terkalahkan, bahkan manusia tertindas yang tak berdaya.
Ketika Allah angkat derajat hidupnya, diberi kesempatan baru, dibukakan segala kemudahan, dikenali banyak kalangan, menjadi orang yang beruntung, berkuasa, dan diposisi yang menentukan karena jabatannya, maka hal yang harus ia ingat adalah, bagaimana ia harus menjadi keberkahan bagi umat !
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!