REFLEKSI | Bagai Mimpi
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
BEBERAPA orang ditakdirkan melebihi ekspektasinya, dan ia tak menyangka posisi karier, kelebihan rezeki, semua kemudahan, dan mendapatkan kesuksesan seperti sekarang, semua seperti mimpi. Hal ini dirasa baik oleh seorang Jokowi sebagai presiden sekarang, para menterinya, gubernur, wali kota, bupati, dan pejabat tinggi lainnya.
Jabatan yang mereka peroleh dan duduki, itu bagaikan mimpi ! Tidak tergambar sebelumnya bisa duduk diposisi penting dan strategis itu.
"Saya tak menyangka ada diposisi seperti ini sekarang !", kata seorang teman yang menduduki jabatan strategis, disebuah instansi pemerintahan.
Yaa, itulah keberuntungan ! Ada takdir Tuhan yang mengubah jalan hidupnya. Bagaimana ini terjadi ? Dan faktor apa yang mempengaruhinya ? Lalu bagaimana menyikapinya ?
Takdir Tuhan pun harus selaras dengan sebuah usaha yang kita lakukan. Ia tak akan jadi mewujud begitu saja, jika tak ada usaha hebat dari manusianya. Takdir yang bisa di usahakan lewat ikhtiar manusia, ini disebut dengan takdir muallaq, sebuah takdir yang mampu kita raih dengan jalan usaha maksimal dari ikhtiar kita.
Dan takdir muallaq, bekerja melalui cara-cara yang harus ditempuh oleh si manusia tersebut, dengan melakukan kiprah-kiprah hebat pada dirinya, baik prestasi demi prestasi, kemudian juga, ia bisa menempatkan dirinya dekat pada sosok-sosok yang tepat, yang memiliki hubungan dengan banyak kalangan, dan oleh orang tersebut kita dikenali kemampuannya.
Hal itulah akan membuka jalan takdir baru bagi manusia tersebut, untuk dibukakan akses pada hal yang tidak ia sangka-sangka, dengan di mudahkannya ia meraih takdir yang tak ia duga.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!