REFLEKSI | Allah Tak Memberatkanmu

ED
Rabu, 13 Juli 2022 | 06:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Allah Tak Memberatkanmu

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Si.

ALLAH itu menghitung amalan manusia bukan hanya melihat dari keluarbiasaan kita melakukan hal yang besar, wah, hebat, serta dalam jumlah banyaknya, tidak seperti itu Allah menebar jala untuk menjaring hamba yang mencintaiNya.

Sehingga oleh Nabi hal ini dipraktekkan, dengan memberi kemudahan pada yang sangat merasa kesulitan, untuk membayar fidyah, sampai pada akhirnya, apa yang harus dibayarkannya-pun, bisa terus berkompromi, hingga pada suatu nilai terkecil, solutif, yang betul-betul kembali lagi untuk kepentingannya.

Ingat peristiwa sahabat Nabi, yang mendatangi Nabi, karena ia merasa berdosa, dan bersalah, telah melakukan hubungan suami istri berjima, disaat bulan puasa, dan ia bertanya hukumannya apa yang harus ia lakukan untuk membayar hal tersebut.

Ternyata diminta Nabi untuk untuk membayarnya dengan harus memberikan makan selama sekian hari kepada fakir miskin, ia tidak mampu, diberi titah lainnya ia tidak mampu, pada peristiwa itu, ada sahabat Nabi yang datang dengan membawa sekeranjang kurma untuk Nabi, dan sekeranjang kurma itu, akhirnya Nabi berikan padanya untuk jadi bawaan yang harus ia sedekohkan pada orang lain agar ia bisa berbagi, nyatanya ia juga seorang miskin yang memerlukan kurma itu, hingga akhirnya, Nabi memberikannya untuk ia makan bersama keluarganya.

Apa yang Nabi perlihatkan dengan adanya peristiwa ini, ujungnya Nabi hanya bisa tersenyum manis, dan peristiwa itu sampai tergambarkan, terekam, dan menjadi catatan, sebagai bukti, bahwa selalu ada solusi, selalu ada kemudahan, dan Allah tidak pernah sedikitpun membuat manusia menjadi terbebani, dan memberatkan hambanya, Subhanallah.

Itulah kemudahan dan keindahan Islam, sebagai agama yang mulia, dan agung ini. Semuanya bisa dikompromikan, dan nyatanya itu juga menunjukan bagaimana Allah tak memberatkanmu.

Nabi memberikan solusi-solusi teringan yang bisa membuat umatnya tersenyum, untuk sholat saja, jika kita tak bisa berdiri melakukannya, itu bisa sambil dilakukan dengan cara duduk, jika tidak bisa duduk, bisa berbaring...lantas apa yang memberatkannya ? Wudhu dengan air saja bisa digantikan dengan bertayamum !

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.