REFLEKSI | Al Qur'an Menelanjangi Ego Manusia

ED
Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:25 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Al Qur'an Menelanjangi Ego Manusia

Maka pantas, manusia banyak tertipu dengan dunia, tertipu dengan angan-angan, tertipu dengan manusia lainnya, yang ganas memanfaatkan kebodohan dari manusia itu sendiri. Manusia memakan manusia, tidak dalam artian kanibalisme, tapi memanfaatkan manusia bodoh, lugu, dan yang tak berdaya, menjadi mangsa bagi manusia lainnya yang kuat dan berkuasa secara pengaruh, kedudukan, jabatan, dan pandangan di status sosialnya.

Untuk mencapai keluhuran derajat iman taqwa kita dimata Allah, seperti apa yang diinginkan, agar kita di selamatkan, dunia dan akhirat kita, maka ; 1. Apa-apa yang diperintahkan kita jalani. 2. Apa yang menjadi rambu kehidupan serta isi pembelajaran hidup, terkait banyak pengkisahan yang Allah gambarkan di Al Qur'an, seharusnya membuat kita menjadi awas. 3.Ilmu dalam Al Qur'an yang akhirnya menjadikan kita menjadi tahu, menuntun kita belajar menjadi Arif, menjadikan diri kita sebagai orang yang paling bisa melakukan kebermanfaatan diri bagi kehidupan, dan kemanusiaan.

Dalam beberapa surat di ayat ayat-awal surat Al Baqarah, manusia sudah digiring pikirannya, nuraninya, perasaannya, dan Allah mempertanyakan apa yang diperbuatnya !

Allah sangat menguliti, menelanjangi kita dengan sangat vulgar dengan bahasanya yang menggunakan siloka, perumpamaan. Apakah kita tidak tertampar. Apakah kita tidak malu! Atau memang karena saking bodohnya kita, bahasa siloka Tuhan tak kita fahami, sampai kita tak tanggapi. Coba perhatikan dan buka surat Al-Baqarah dari mulai ayat 6 sampai 20 ! Tegas sekali Allah menguliti kita. Menguliti, menelanjangi kebebalan kita. Memperlihatkan betapa kita ini sangat munafik, durhaka, dan celaka.

Mengikuti ulama yang seperti ia (Ulama itu ) menyalakan api, menerangi umat ! Padahal Allah telah melenyapkan cahaya dalam dirinya, dan membuatnya gelap. Ditambah Allah timpakan gambaran kekalutan yang sangat merusak, kilat menyambar, gelap yang pekat, dari suatu kehancuran,atas kebodohan yang mereka perbuat di berbagai Negeri-negeri yang sudah porak-poranda karena ulah ego, dan hawa nafsu mereka yang selalu merasa tidak puas, dan tak mau bersyukur, tapi mereka terus berjalan mengikuti ulamanya, pemimpin golongannya, yang jelas itu salah, tampa umat merasa takut, tampa merasa berdosa, itu karena Allah telah membutakan dan membuat tuli pendengaran mereka dari golongan tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.