REFLEKSI | Al Qur'an Menelanjangi Ego Manusia

ED
Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:25 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Al Qur'an Menelanjangi Ego Manusia

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

AL-QUR'AN sebagai kitab yang menjadi pedoman bagi umat Islam, menuntun kita pada jalan kebenaran yang akan menyelamatkan diri kita, baik selagi hidup di dunia, maupun di akhirat kelak.

Hal ini menjadi jaminan, ketika hidup kita dalam naungan Al Qur'an, maka petunjuk Qu'ran itu kita cerna, kita ikuti, dijadikan rujukan.

Al Qur'an adalah kitab suci yang paling sempurna, ada tuntunan kemuliaan bagi manusia untuk mencapai keluhuran derajatnya.

Lalu bagaimana menjadikan kita luhur dalam mencapai derajat kemanusiaan kita ?

Kita sadar Al Qur'an itu petunjuk. Namun petunjuk yang ada, dan sudah mencahayai berbagai generasi yang terselamatkan, abai kita ikuti. Manusia mengedepankan hawa nafsunya. Al Qur'an banyak ditinggalkan. Fungsinya hanya sebagai kitab pajangan. Di taruh di rak buku, dan lemari pajang... Sedangkan untuk mau membaca serta membuka isinya, sehingga bisa dicermati, dihayati, merupakan kejadian yang sangat langka, apalagi untuk di amalkan. Maka dengan adanya hal seperti ini, degradasi penurunan kwalitas moral, minimnya pemahaman pada keyakinanannya, terbentuk secara ekstrim, pantas saja manusia lalu oleh Allah di timpakan suatu cobaan, yang menjadi bencana buat manusia secara individunya, dan manusia secara golongannya.

Lalu munculnya hadist Nabi, bahwa manusia pada akhir jaman khususnya umat Islam, kita digambarkan seperti buih, banyak namun tak memiliki kekuatan, tercerai berai ketika tersapu ombak. Hadist yang memberikan pernyataan seperti itu, merupakan berita langit, vision (penglihatan pada masa depan ) yang Nabi lihat kala itu, menangkap isyarat Allah yang digambarkan padanya, sehingga ucapan Nabi dari adanya hadist itu, sebenarnya adalah "warning," penginggat, peringatan yang tak bisa diabaikan oleh umat ! Tapi kenyataannya, umat ini memang tak mau menjadi kuat, dan tak mau menjadi awas, waskita, atau menjadikannya pintar, cerdas, dan bijak.

Maka tak usah heran, manusia yang meninggalkan Al-Qur'an menjadi manusia terhina, terlihat kebodohannya, walau ia pintar, tinggi ilmunya, namun gelap hatinya tidak tahu jalan lurus yang menyelamatkan nya...

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.