REFLEKSI | Afala Ta’qilun ?
Oleh Idat Mustari
TAK ADA seorang pun yang meragukan bahwa Allah memuliakan anak Adam di atas mahluk-mahluk-Nya yang lain dikarenakan akal. Akal hanya diberikan pada manusia.
Allah berkali-kali berkata dalam Firman-Nya : Afala ta’qilun -- apakah kalian tidak berpikir ? sampai 13 kali dalam Al-Quran, tidak lain agar manusia setiap saat menggunakan akal-pikirannya dan tidak meyia-nyiakan nikmat terbesar ini .
Neraka Jahanam sebagai siksaan yang pedih bagi setiap orang yang menyia-nyiakan akalnya dan bertindak tanpa berpikir panjang jauh ke depan melewati alam dunia. Ini berarti orang yang bisa menyelamatkan dirinya dari neraka jahanam adalah mereka yang berpikir dan mereka inilah yang bisa memasuki pintu surga-Nya.
Pena diangkat dari orang gila (amal perbuatannya tidak diperhitungkan) sampai dia sembuh. Orang yang kehilangan akalnya karena sakit yang dideritanya, maka Allah membebaskan dari perhitungan atau penghisaban dan hukuman. inilah keadilan Allah SWT.
Demikian pula, Allah memberikan kabar gembira kepada para hamba-Nya yang mefungsikan akal mereka untuk mendapatkan hidayah. Dia berfirman : sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, (yaitu) yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (QS.az-Zumar : 17-18).
Ayat ini menunjukan bahwa setiap orang yang mendayagunakan akalnya, setelah memperhatikan dan melakukan perenungan yang dalam, kemudian berusaha bersungguh-sunguh dalam kebaikan, maka Allah SWT menjamin akan memberinya petunjuk, memujinya dan menggabungkan ke dalam kelompok orang-orang yang memiliki akal sehat (ulul albab).
Ulul Albab adalah orang-orang yang akal mereka dicerahi dengan cahaya Allah SWT. Afala ta’qilun- Apakah kalian tidak berpikir ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!