Ratu Aziza Borromeu, "Kami NKRI, kami cinta Indonesia, dimana keadilan buat kami?"
- Tokoh pejuang dan penandatanganan Deklarasi Balibo 1975 (sebagai Raja Kerajaan Alas Manufahi, Yang Mulia Alm. Alexandrino Borromeu), ialah Ayah dari Ratu Azia Borromeu.
VISI.NEWS | BANDUNG - Miris. Itulah kata yang terucap ketika mendengar berbagai penderitaan yang dirasa oleh rakyat di Kerajaan Alas Munafahi Hahilas Alas Husar Ho Binang Timor Lorosai Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ditemui di Padepokan Kawargian Abah Alam, di Sukabungah Sukajadi Kota Bandung Sabtu (29/10/22), dengan rasa sedih dan meneteskan air mata, Ratu Azia Borromeu, menyampaikan banyak cerita yang menimpa dan dirasa oleh rakyatnya.
"Selama kurun waktu lebih dari 20 tahun lamanya, rakyat kami masih menderita jauh dari rasa adil dan sejahtera, saya hanya meminta pemerintah untuk berkunjung dan bertemu langsung dengan rakyat kami," katanya.
Putri dari Raja Borromeu yang juga seorang pejuang tersebut mengaku sangat ingin menyuarakan secara langsung apa yang kemudian dirasa dan dialami oleh rakyatnya terhadap Presiden Indonesia Jokowi.
"Saya acap kali menyuarakan perjuangan secara mati-matian dengan berbagai cara, permintaan kami ke Bapak Presiden Indonesia, agar melihat langsung kondisi penderitaan kami di timur-timur atau NTT," sambungnya.
Apa yang kemudian dirasa oleh Rakyat Indonesia secara umum, tidak pernah dirasa oleh rakyat timur-timur atau NTT, sehingga pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dianggap perlu untuk memperlakukan hal yang sama.
"Kami NKRI, kami cinta Indonesia, dimana keadilan buat kami ? Ketika rakyat secara umum menerima berbagai bantuan dari pemerintah, kenapa berbagai bantuan itu tidak pernah kami terima ?," tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!