Rasakan Kelokalan Cokelat Artisan Kampung Merasa Berau Kaltim
Sementara itu, di saat bersamaan, kelompok tani mulai konsisten mengolah dan memproduksi produk dari kakao, hingga kemudian membuat chocolate bar dengan varian rasa 50% atau 70%. Karena warga Kalimantan lebih menyukai cita rasa manis, kelompok tani ini memberi campuran rasa manis berupa gula aren dan susu.
Yang menarik, Kampung Merasa juga mulai memproduksi pasta kakao padat sebagai bahan baku signature drink di Milkyway Coffee & Milk, Tanjung Redeb, Berau. Kerja sama dengan kafe ini tak lepas dari berbagai pemberitaan terkait launching produk Pipiltin Cocoa. “Milkyway berpikir, jika kakao Kampung Merasa bisa sampai Jakarta, kenapa mereka yang berada di Kabupaten Berau justru tidak memanfaatkannya? Kebanggaan menggunakan biji kakao lokal itu pun menular,” kata Maya.
Dengan begitu, alternatif sumber pendapatan dari kakao pun berkembang. Di tingkat lokal, mereka menjual produk rumahan langsung kepada wisatawan. Di tingkat kabupaten, mereka menjual bahan baku minuman. Sedangkan di tingkat nasional, mereka menjual biji untuk dijadikan olahan cokelat.
Kakao sandaran harapan
YKAN membuat kegiatan pertama di Kampung Merasa dengan nama Pelatihan Internal Controlling System (ICS) Kakao. “Ini semacam tools agar petani mengetahui apa yang diinginkan pasar, bagaimana mereka saling mengingatkan untuk melakukan hal sesuai standar, untuk bersama-sama mematuhi aturan, agar bisa menembus pasar premium,” kata Maya, menggandeng Yayasan Kalimajari dari Bali, yang ahli di bidang kakao.
Petani yang menjadi alumni pelatihan ICS kemudian Bergerak Bersama Berdaya, secara sukarela mengikat diri sendiri sebagai Kelompok ICS Kakao Pesete Tawai. Pesete tawai berarti sandaran harapan. Jadi, kelompok ini memiliki visi untuk menjadi sandaran hidup di masa mendatang.
“Mereka didorong menjadi pihak yang paling memahami standar biji kakao premium sehingga dapat menjadi tiket masuk menuju artisan. Mereka membuka diri bagi petani kakao di kampungnya dengan mengambil biji kakao basah dari siapa pun di kampung. Lalu, meningkatkan mutunya dengan fermentasi dan memasarkan,” kata Maya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!