Rapat Sesepuh NU: Pemakzulan Gus Yahya Tidak Sah dan Usulan Pengembalian Konsesi Tambang

ED
Minggu, 7 Desember 2025 | 03:57 WIB
Bagikan
Rapat Sesepuh NU: Pemakzulan Gus Yahya Tidak Sah dan Usulan Pengembalian Konsesi Tambang

Seiring dengan perkembangan dinamika ini, KH Said Aqil Siroj, sebagai Mustasyar PBNU, mengusulkan agar konsesi tambang yang awalnya diberikan oleh pemerintah kepada PBNU dikembalikan. Pandangan ini disampaikan oleh Kiai Said saat melakukan silaturahim di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/12/2025).

Pada awalnya, Kiai Said melihat pemberian konsesi tambang oleh pemerintah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Nahdlatul Ulama terhadap bangsa. Ia juga menganggap bahwa konsesi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi jam’iyah NU. Namun, setelah dilakukan evaluasi, muncul berbagai perdebatan internal serta polemik di ruang publik yang memunculkan kekhawatiran akan potensi dampak negatif dari kebijakan tersebut.

"Saya sejak awal menghormati inisiatif pemerintah. Itu bentuk penghargaan yang baik. Tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini, konflik semakin melebar, dan itu membawa madharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Maka jalan terbaik adalah mengembalikannya kepada pemerintah," ujar Kiai Said.

Menurut Kiai Said, penting bagi organisasi keagamaan dan kemasyarakatan seperti NU untuk menghindari kegiatan berisiko yang bisa menimbulkan polarisasi dan persepsi negatif dari masyarakat. Ia mengingatkan bahwa NU merupakan rumah besar umat Islam, dan tidak seharusnya terjerumus dalam urusan yang dapat memecah belah umat dan menjauhkan organisasi dari prinsip-prinsip pendiriannya.

Kiai Said juga menegaskan bahwa kemajuan dan keberkahan warga Nahdlatul Ulama tidak bergantung pada proyek tambang atau aktivitas bisnis lainnya. Sebaliknya, ia mendorong agar NU lebih fokus pada pengembangan pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas kesehatan umat, digitalisasi layanan, serta beasiswa untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jam’iyyah NU.

"Keberkahan NU itu datang dari ketulusan, amanah, dan keilmuan. Bukan dari proyek tambang," ujar Kiai Said dengan tegas. Pernyataan ini menunjukkan komitmen beliau terhadap visi dan misi Nahdlatul Ulama yang lebih mengutamakan nilai-nilai luhur agama dan pendidikan dalam memperkuat jati diri organisasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.