Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026

Rapat Bareng DPR, Bos MIND ID Singgung Pembatasan Smelter

Desi Rossilawati
Rabu, 4 Desember 2024 | 12:30 WIB
Bagikan
Rapat Bareng DPR, Bos MIND ID Singgung Pembatasan Smelter

VISI.NEWS | JAKARTA - Direksi BUMN Holding sektor pertambangan MIND ID rapat dengar pendapat bersama dengan Komisi XII DPR. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama (Dirut) MIND ID, Hendi Prio Santoso meminta dukungan Komisi XII agar membatasi pembangunan jumlah smelter.

Hendi mengatakan Komisi XII mempunyai pengaruh dalam membuat tata niaga dan tata kelola. Sebab, dia menilai dari sisi regulasi, Komisi XII menjadi pengawas sekaligus pembina di sektor pertambangan.

"Karena aspek regulasi tentunya Komisi XII menjadi pengawas dan pembina sektor, maka kami berharap agar ada dukungan dari sisi tata kelola, maka mohon adanya pembatasan jumlah smelter yang dilakukan," kata Hendi Di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2024)

Dia menjelaskan banyaknya jumlah smelter dapat membuat oversupply atau kelebihan pasokan dari sisi pasar dunia. Apabila sudah oversupply, otomatis harganya jatuh, seperti yang terjadi salah satu komoditas produksinya, feronikel.

"Kalau oversupply seperti yang sudah terjadi di feronikel, harganya jatuh. Karena oversupply yang secara tidak langsung dan tidak sengaja mungkin dilakukan sehingga sekarang harga feronikel Itu hampir tidak bisa menutupi biaya produksi," ucapnya.

Lebih lanjut, dia juga meminta dukungan agar dapat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk konsumsi sendiri. Dia menyebut kebutuhan pasokan listrik untuk konsumsi sendiri ini dilakukan karena ingin membangun smelter-smelter ke depan.

"Dan kemudian kami mempunyai kebutuhan dalam langkah pengembangan ke depan untuk dapat energi 5 gigawatt. 5 gigawatt ini tidak ada dalam RUPTL sehingga kami mohon izin agar diberikan lebih leluasa menyediakan listrik untuk kebutuhan sendiri karena kita akan membangun smelter-smelter," jelasnya..

Kemudian, dia juga meminta agar pemerintah menetapkan kuota produksi untuk mineral kritis dan mineral strategis nasional. Langkah ini diambil agar Indonesia dapat menjaga stabilisasi harga di pasar dunia.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.