RAMADANAN | Adab Bayar Utang yang Baik dan Adil Menurut Gus Baha
Padahal ia datang menagih ke Rembang karena ada pembayaran utang yang telat setelah jatuh tempo. Ini disebabkan oleh orang yang utang. Seringkali orang yang utang tidak menghitung ongkos orang nagih utang. Ini sebenarnya masuk biaya tambahan di luar utang.
"Kalau kita ngomong bayar utang Rp10 juta plus uang transportasi Yogyakarta-Rembang maka dikatakan riba. Namun, kalau tidak pengertian dari yang utang maka merugikan orang lain, nyatanya memang yang memberikan utang kehilangan uang tambahan. Inilah kenapa cara Nabi membayar utang tadi diapresiasi. Meskipun telatnya Nabi bayar utang itu didesain Tuhan agar ada syariat baru," jelas Gus Baha.@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!