RAMADANAN | Adab Bayar Utang yang Baik dan Adil Menurut Gus Baha
Semisal orang khusyuk dan fasik memiliki masalah utang piutang. Tahun 2000 orang khusyuk punya utang Rp500 ribu dan sekarang diminta bayar Rp1 juta sama orang fasik di tahun 2020. Dengan alasan ini bukan bunga, karena nilai uang Rp500 ribu di tahun 2000 dengan 2020 berbeda. Di tahun 2000 bisa beli barang yang banyak.
Sementara yang khusyuk ngotot bahwa ia hanya mau bayar Rp500 ribu karena takut riba. Ngotot hanya mau bayar Rp500 ribu. Contoh lain, tahun 1990, hanya dengan uang Rp500 ribu bisa beli kambing untuk kurban. Namun, kalau uang Rp500 ribu di tahun 2020 hanya dapat ayam.
"Problemnya kalau ikut yang khusyuk maka kamu buat hukum yang menzalimi orang lain. Namun, kalau membuat gerakan bahwa setiap utang maka boleh ditambahkan sesuai kekurangan nilai uang tersebut. Maka jadi lembaga riba, malah berdosa. Maka orang alim ingin mengkonversi ke emas," imbuhnya.
Dikatakan Gus Baha, cara mengkonversikan yaitu menghitung uang Rp. 500 di tahun 1990 dapat emas berapa gram, maka diganti dengan hitungan gram emas dengan harga Rp. 500 ribu tersebut. Semisal tahun itu dapat 5 gram emas. Maka saat ini diganti uang dengan nilai 5 gram emas atau langsung emasnya. Saat ini, info harga emas bisa dipantau setiap tahun, sekarang canggih.
Nabi Muhammad pernah berutang anak sapi, kepada seseorang, karena telat bayar, orangnya pun marah, akhirnya oleh Nabi membayar dengan seekor sapi. Sampai sahabat tidak ikhlas, karena utang anak sapi dan dibayar dengan sapi.
"Nabi menjawab bahwa sebaik-baiknya orang itu yaitu ketika membayar utang ia membayar dengan lebih baik. Namun, Nabi tidak pernah menghalalkan riba," kata tokoh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.
Dalam kasus lain, Gus Baha mencontohkan pada tahun 2020, seseorang asal Rembang punya utang Rp10 juta pada orang Yogyakarta. Utang tersebut dilakukan 3 bulan yang lalu. Kemudian orang yang memberikan utang menagih lewat telepon menggunakan pulsa.
Karena tidak kunjung dibayar, maka ia langsung ke Rembang untuk menagih utang. Ongkos ke Rembang kira-kira habis Rp200 ribu. Kalau nagihnya dua kali maka habis sekitar Rp400 ribu. Ketika utangnya hanya dibayar Rp10 juta, tentu ini kurang pas. Merugikan pihak yang mengutangi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!