Puluhan Kepala Sekolah Rakyat Jalani Retret, Gus Ipul: Mereka Satu Tim
Setiap daerah mengajukan sedikitnya tiga nama calon kepala sekolah. Pada tahap pertama, proses seleksi diikuti oleh 159 orang peserta.
“Setelah administrasinya dulu kemudian ada wawancara. Kemudian ada tes Bahasa Inggris juga. Ada tes kemampuan kepemimpinan juga,” kata Gus Ipul.
Domisili juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Kepala sekolah yang dipilih adalah mereka yang berdomisili dekat dengan lokasi Sekolah Rakyat. Selain itu, mereka sudah memiliki sertifikat kepala sekolah dan terdaftar di Kemendikdasmen.
Selain kelengkapan administrasi, para calon kepala sekolah juga menjalani tes psikologi dan tes kemampuan Bahasa Inggris. Ujian ini bertujuan untuk menilai kesiapan personal dan profesional calon dalam menghadapi tantangan kepemimpinan.
Setidaknya terdapat enam kompetensi utama yang diuji, yaitu kemampuan memimpin perubahan, menginisiasi perubahan, membangun jejaring dan kerja sama, memberikan bimbingan dan arahan, menghadapi tantangan, serta menerjemahkan visi menjadi hasil yang terukur.
Kementerian Sosial juga secara khusus melakukan penilaian tambahan untuk memastikan kesiapan mental para calon kepala sekolah dalam memimpin Sekolah Rakyat.
Saat ini, kuota Kepala Sekolah Rakyat ditargetkan berjumlah 100 orang. Sebanyak 47 kepala sekolah sisanya akan diumumkan pada 30 Juni 2025 dan langsung mengikuti retret tahap berikutnya.
Sementara itu, hasil seleksi untuk 1.554 guru Sekolah Rakyat juga akan diumumkan pada 30 Juni. Setelah itu, para guru akan memperoleh NIP dan mengikuti kegiatan retret.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!