Puluhan Hektare Sawah Tadah Hujan Dialiri Air Sumur Dalam, Petani Bandung Bersyukur
"Ada kebanggaan bagi para petani, sehingga para petani penggarap maupun para pemilik lahan pertanian sawah tadah hujan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah," imbuhnya.
"Bagaimana tidak mengucapkan terima kasih, bibit di penyemaian tanaman padi sudah besar dan berusia 25 hari, begitu ada pembangunan sumur dalam ini lahan pertanian langsung bisa diolah dan bisa ditanami padi," tuturnya.
Asep menyebutkan proses pengolahan lahan pertanian sawah tadah hujan itu, dimulai dari titik sumber air terdekat yang ada di bagian atas. Kemudian proses pengolahan secara bertahap ke bagian bawah, sehingga proses pengairan air sumur dalam terus mengalir ke bagian bawah lahan pertanian.
"Walau tak ada turun hujan, para petani bisa mengolah lahan pertanian dan menanam padi. Walaupun dalam proses pembagian airnya secara bergiliran," katanya. Sementara itu, Kepala Desa Cihanyir Ceceng Suparman melihat langsung manfaat dari sumur dalam tersebut.
Di lokasi sawah tadah hujan itu, kata Ceceng, pemerintah sejak tahun 2009 lalu hingga sekarang ini sudah memfasilitasi sarana dan prasarana jalan usaha tani atau rabat beton sepanjang 2,5 km.
"Semula jalan usaha tani itu merupakan jalan setapak. Namun saat ini sudah bisa masuk mobil, setelah puluhan pemilik lahan pertanian menghibahkan lahannya untuk pelebaran dan pembangunan jalan usaha tani tersebut," katanya.
"Dengan adanya pembangunan jalan usaha tani ini, nilai jual lahan pertanian padi mencapai Rp 10 juta per tumbak. Sebelum ada jalan usaha tani, harganya Rp 300.000/tumbak," katanya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!