Puluhan Hektare Sawah Tadah Hujan Dialiri Air Sumur Dalam, Petani Bandung Bersyukur

Desi Rossilawati
Senin, 30 Desember 2024 | 12:36 WIB
Bagikan
Puluhan Hektare Sawah Tadah Hujan Dialiri Air Sumur Dalam, Petani Bandung Bersyukur

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Para petani penerima manfaat bantuan hibah sumur dalam dari Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Cihanyir, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung.

Sebab dengan sumur tersebut, puluhan hektare sawah tadah hujan bisa dialiri air. Sehingga para petani bisa semakin produktif mengolah lahan pertanian.

Bantuan hibah sarana dan prasarana pertanian itu dikelola oleh Kelompok Tani Jaya di Desa Cihanyir. Total ada dua titik pembangunan sumur dalam tersebut. Dari sana air dialirkan ke pipa sepanjang 600 meter ke sawah.

Pantauan VISI.NEWS di lapangan, Senin (30/12/2024), air mengalir deras dari pipa air sumur dalam tersebut. Nampak para petani terlihat sedang mengolah lahan pertanian pada awal penanaman padi.

Ketua Kelompok Tani Jaya Asep Hidayat (56) mengatakan satu titik sumber air sumur dalam itu bisa mengairi sawah tadah hujan seluas 30 hektare yang ada di Blok Cibiru Desa Cihanyir tersebut.

"Dari sumber air sumur dalam itu, dengan debit air yang ada bisa mengairi seluas 5 hektare lahan pertanian padi sawah tadah hujan," kata Asep.

Ia menyebutkan prasarana sarana pertanian sudah beroperasi selama 10 hari.

"Alhamdulillah, para petani penggarap bersyukur. Para petani penggarap bisa mengolah lahan pertanian sekaligus menanam padi. Kalau tak ada sarana dan prasarana pembangunan sumur dalam ini, mungkin tak bisa mengolah lahan pertanian sawah tadah hujan ini," tuturnya.

"Ada kebanggaan bagi para petani, sehingga para petani penggarap maupun para pemilik lahan pertanian sawah tadah hujan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah," imbuhnya.

"Bagaimana tidak mengucapkan terima kasih, bibit di penyemaian tanaman padi sudah besar dan berusia 25 hari, begitu ada pembangunan sumur dalam ini lahan pertanian langsung bisa diolah dan bisa ditanami padi," tuturnya.

Asep menyebutkan proses pengolahan lahan pertanian sawah tadah hujan itu, dimulai dari titik sumber air terdekat yang ada di bagian atas. Kemudian proses pengolahan secara bertahap ke bagian bawah, sehingga proses pengairan air sumur dalam terus mengalir ke bagian bawah lahan pertanian.

"Walau tak ada turun hujan, para petani bisa mengolah lahan pertanian dan menanam padi. Walaupun dalam proses pembagian airnya secara bergiliran," katanya. Sementara itu, Kepala Desa Cihanyir Ceceng Suparman melihat langsung manfaat dari sumur dalam tersebut.

Di lokasi sawah tadah hujan itu, kata Ceceng, pemerintah sejak tahun 2009 lalu hingga sekarang ini sudah memfasilitasi sarana dan prasarana jalan usaha tani atau rabat beton sepanjang 2,5 km.

"Semula jalan usaha tani itu merupakan jalan setapak. Namun saat ini sudah bisa masuk mobil, setelah puluhan pemilik lahan pertanian menghibahkan lahannya untuk pelebaran dan pembangunan jalan usaha tani tersebut," katanya.

"Dengan adanya pembangunan jalan usaha tani ini, nilai jual lahan pertanian padi mencapai Rp 10 juta per tumbak. Sebelum ada jalan usaha tani, harganya Rp 300.000/tumbak," katanya. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.