Puasa Syawal Dipandang dari Sudut Kesehatan
Sebagaimana yang telah diketahui oleh umum, sel darah putih dapat diibaratkan sebagai tentara yang menjaga tubuh manusia dari berbagai penyakit. Seperti halnya sel lain yang hidup, maka sel darah putih bisa memperbanyak diri sehingga dapat menunjang imunitas. Ternyata, ketika seseorang berpuasa 6 hari, sel darah putih akan berhasil memperbanyak diri dengan baik dan dapat diamati setelah 6 hari puasa berlalu.
Menurut penelitian di University of Osaka, Jepang, saat orang berpuasa memasuki hari ketujuh, jumlah sel darah putih akan meningkat, pada hari pertama sampai keenam tidak ditemukan peningkatan seperti itu, tetapi pada hari ketujuh terjadi penambahan dengan sangat cepat. Peningkatan sel darah putih secara otomatis meningkatkan kekebalan tubuh.
Sel ini melindungi dari radang yang ada, sehingga banyak penyakit radang yang sembuh dengan berpuasa, seperti radang tenggorokan, radang hidung, dan lain-lain (Mustamir, 2007, Rahasia Energi Ibadah untuk Penyembuhan, ).
Penjelasan tentang hari ketujuh saat imunitas meningkat relevan dengan khasiat puasa 6 hari di bulan Syawal.
Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin tidak melewatkan kesempatan ini sebagai sarana meningkatkan imunitas. Sekiranya bisa dilakukan berturut-turut, maka puasa Syawal 6 hari akan sangat optimal. Namun, apabila tidak bisa berturut-turut, manfaatnya tetap dapat memberikan bekal imunitas yang cukup untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya. ad Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh Wei dan timnya yang berasal dari University of Southern California berkolaborasi dengan salah satu institut kanker di Milan.
Dalam penelitiannya, ada 100 sukarelawan sehat yang dilibatkan dan menjalani puasa intermitten dengan durasi atau lama waktu yang mendekati waktu puasa Syawal. Meskipun tidak sama persis dengan puasa Syawal, tetapi hasilnya mirip dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Osaka. Dia mengatakan bahwa diet yang diatur seperti puasa bekerja sebagian besar dengan mengaktifkan sel induk darah, yang memperkuat kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah putih yang melawan infeksi. Itu terjadi bukan selama siklus puasanya tetapi ketika makan normal dilanjutkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!