PT FIF Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih Sebesar 28,59% Tahun 2022
Selain itu, PT FIF juga berhasil menjadi salah satu perusahaan jasa keuangan yang sehat dengan tingkat jumlah kredit bermasalah atau yang lebih dikenal dengan Non-Performing Financing (NPF) di angka 0,9% yang menyamai angka pencapaian 2022, di mana menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai perusahaan pembiayaan dengan NPF di bawah 1% dikategorikan perusahaan yang sehat.
Atas pencapaian positif tersebut, PT FIF telah berhasil mencatatkan pertumbuhan aset pada tahun 2022 dengan nilai aset sebesar Rp 36,07 triliun, tumbuh 2,04% dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp35,35 triliun.
Kontribusi Lini Bisnis PT FIF Dalam menjalankan bisnisnya, terdapat 4 lini bisnis utama yang dilakukan oleh perusahaan, yaitu FIFASTRA, SPEKTRA, DANASTRA, FINATRA, AMITRA. Lini bisnis FIFASTRA yang menyediakan layanan pembiayaan sepeda motor Honda baru, mencatatkan kenaikan tipis 0,76% pada nilai penyaluran pembiayaan tahun 2022 sebesar Rp21,37 triliun dibanding 2021 sebesar Rp21,21 triliun. Secara booking unit, FIFASTRA mencatatkan kinerja penyaluran pembiayaan kepada 1,25 juta unit atau naik sebesar 1,90% dibanding 2021 yang mencapai 1,23 juta unit. SPEKTRA yang menyediakan layanan pembiayaan alat elektronik, gadget, dan perabot rumah tangga juga mencatatkan pertumbuhan tipis pada kinerja penyaluran pembiayaannya di tahun 2022. Nilainya mencapai Rp703,55 miliar atau tumbuh 4,15% dibanding 2021 yang hanya mencapai Rp675,55 miliar.
Adapun layanan pembiayaan multiguna PT FIF, DANASTRA, mencatatkan pertumbuhan kinerja penyaluran pembiayaan sebesar 25,79% pada tahun 2022 menjadi Rp12,44 triliun dibanding tahun lalu yang mencapai Rp9,88 triliun. Sementara itu, booking unit DANASTRA tercatat tumbuh sebesar 6,69% pada tahun 2022 mencapai 1,36 juta unit dibanding tahun 2021 yang senilai 1,28 juta unit. Lini bisnis syariah PT FIF, yaitu AMITRA, mencatatkan pertumbuhan kinerja penyaluran pembiayaan signifikan. Tercatat terjadi pertumbuhan sebesar 368,42% pada tahun 2022 senilai Rp266,2 miliar dibanding 2021 yang hanya sebesar Rp56,83 miliar. Secara booking unit, tercatat pertumbuhan 345,42% pada tahun 2022 sebanyak 13 ribu unit booking dibanding 2021 yang hanya mencapai 3 ribu unit booking.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!