Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Proyek Peternakan Sapi di Jabar Tersendat Lahan, Dadang Naser Dorong Sinkronisasi Kementan dan Kemenhut

Desi Rossilawati
Rabu, 17 September 2025 | 15:17 WIB
Bagikan
Proyek Peternakan Sapi di Jabar Tersendat Lahan, Dadang Naser Dorong Sinkronisasi Kementan dan Kemenhut

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang Naser, menyoroti hambatan pengembangan peternakan sapi di Jawa Barat akibat persoalan lahan yang belum kunjung tuntas. Menurutnya, kendala koordinasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuat investasi strategis ini berjalan lambat.

Dalam rapat kerja bersama pemerintah, Dadang mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan besar justru memilih berinvestasi ke luar negeri karena sulitnya akses lahan di dalam negeri.

“Kita punya perusahaan besar Jawa Kompit, malah investasi di China karena di sana lahan disiapkan luas. Di Jawa Barat, lahan sudah ada tapi koordinasi dengan Kementerian Kehutanan sulit,” kata Dadang, Selasa (17/09/2025).

Dadang menyebut, di Kabupaten Majalengka terdapat sekitar 12.000 hektare lahan perkebunan yang telah kembali berstatus kehutanan. Menurutnya, separuh lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan peternakan sapi. Alternatif lain juga tersedia di kawasan perkebunan Subang.

Namun hingga kini, rencana pemanfaatan lahan tersebut belum juga mendapat persetujuan.

“Sudah bersurat tapi belum selesai. Sampai saat ini masih debat tebal,” ujar Dadang.

Selain lahan, Dadang juga menyoroti keterlambatan masuknya ribuan ekor sapi impor. Ia menyebut, 5.000 ekor sapi yang dijanjikan tak kunjung datang, termasuk seribu ekor tahap awal yang semestinya sudah tiba.

“Persyaratannya adalah lahan pakai. Padahal lahan yang dibidik sudah ada, tapi persoalan administrasi dan koordinasi antar kementerian membuat semua terhambat,” jelasnya.

Dadang meminta agar koordinasi lintas kementerian segera dituntaskan. Menurutnya, percepatan ini penting untuk memenuhi kebutuhan daging nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

“Koordinasi antara pertanian dan kehutanan harus segera diwujudkan. Saya sudah lapor ke pimpinan DPR, juga ke Menteri, agar ini segera dibantu. Tapi sampai sekarang belum selesai,” tutupnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.