Proyek Baterai EV Mangkrak, Indonesia Alihkan Investasi ke Huayou Tiongkok
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 22 Mei 2025 | 17:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan pemerintah Indonesia membatalkan investasi dengan LG asal Korea Selatan dalam proyek baterai kendaraan listrik (EV). Menurutnya, kerja sama tersebut dinilai terlalu lambat dalam progresnya.
"Yang benar itu adalah saya sebagai ketua satgas waktu itu, kemudian memutuskan untuk membatalkan apa yang dilakukan oleh LG karena terlalu lama," tegas Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana, Kamis (22/5/2025).
Ia juga membantah kabar yang menyebut LG memutuskan hengkang lebih dulu dari proyek tersebut. Justru, kata Bahlil, pemerintah Indonesia yang mengambil inisiatif memutus kerja sama secara sepihak.
Setelah pembatalan, pemerintah segera bergerak cepat mencari mitra baru. Dalam rapat yang melibatkan Bahlil, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, diputuskan untuk menggandeng perusahaan asal China, Huayou, sebagai pengganti LG.
"Lalu kemudian saya sama Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi), bersama-sama rapat dengan Pak Erick (Menteri BUMN). Untuk kita mencari penggantinya yaitu Huayou. Ini informasinya yang klir," jelas Bahlil.
Nilai inverstasi sekitar USD 8 miliar, mencakup dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan pabrik baterai 20 GWh. Ia menyatakan, proyek sudah mendapat lampu hijau dari Presiden dan kini tinggal menunggu proses groundbreaking.
Sebelumnya, Rosan Roeslani juga mengonfirmasi bahwa pemerintah telah resmi memutuskan tidak melanjutkan investasi LG berdasarkan surat dari Kementerian ESDM tertanggal 31 Januari 2025.
"Dikatakan bahwa dari sana (LG) memutus, sebetulnya, untuk lebih tepatnya sebetulnya dari kami yang memutus (investasi LG berhenti). Itu berdasarkan surat tanggal 31 Januari 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM,” ujar Rosan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!