Program ANT: Menjaga Penyu Perancak Bali dengan Teknologi Inovatif
- Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi suhu sarang penyu serta upscaling program adopsi sarang penyu sebagai bentuk donasi dalam mendukung program konservasi penyu di Kurma Asih, Jembrana
VISI.NEWS | JEMBRANA – Yayasan WWF Indonesia bersama Indosat Ooredoo Hutchison mempersembahkan program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), yaitu Program Adopt Nest Technology (ANT). Program ini dirancang untuk membantu Kurma Asih dalam memantau dan memitigasi suhu sarang penyu. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk upscaling program adopsi sarang penyu sebagai bentuk donasi dalam mendukung program konservasi penyu di Kurma Asih, Jembrana, terutama untuk sarang-sarang yang telah direlokasi karena menghindari berbagai ancaman seperti perburuan telur maupun predasi. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan intim bagi para pengadopsi sarang penyu. Dengan teknologi ANT, pengunjung dapat merasakan keterlibatan langsung dalam proses penetasan telur penyu yang mereka adopsi.
Setelah melalui beberapa tahap uji coba, soft launching program ANT akhirnya dilakukan dengan agenda berupa serah terima alat ANT kepada Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih. Acara ini dihadiri oleh PT Indosat Tbk, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jembrana, nelayan Desa Melaya, Robotec Udayana, dan Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih.
Marine ETP Species Specialist Yayasan WWF Indonesia, Yuliana Fitri Syamsuni, mengatakan, "Program ini kami fokuskan untuk peningkatan kapasitas Kelompok Kurma Asih. Proses desain dan uji coba alat ANT ini sudah dilakukan beberapa kali, dari bulan September 2023 hingga Juli 2024 ini yang sudah pada tahap prototipe akhir. Semoga teknologi ini dapat memberikan manfaat terutama kepada Kelompok Kurma Asih, terlebih dari segi sustainable financing. Teknologi ini juga diharapkan membantu memonitor perubahan suhu pada sarang penyu dengan lebih efektif."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!