President University Juara, Student Design Sprint 2026 Cetak Arsitek Masa Depan
VISI.NEWS – Ajang Student Design Sprint Competition 2026 yang digelar PT NS BlueScope Lysaght Indonesia bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Komisariat Wilayah Bekasi sukses melahirkan karya-karya inovatif dari mahasiswa arsitektur. Tim President University berhasil keluar sebagai Juara 1 melalui karya bertajuk “Simpul Harmoni”, setelah menyisihkan peserta dari lima perguruan tinggi lainnya dalam kompetisi yang mengedepankan kreativitas pemanfaatan material baja untuk lingkungan kampus.
Kompetisi yang berlangsung di Cibitung tersebut mengangkat tema “Small Intervention, Big Impact: Reimagining Campus Elements with Steel”. Tema ini menantang para peserta untuk merancang konsep Student Hub berbasis baja yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional, inovatif, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif bagi aktivitas sivitas akademika.
Sebanyak 39 mahasiswa dari enam perguruan tinggi ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka berasal dari Universitas Pelita Bangsa, Universitas Krisnadwipayana, President University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Trisakti, dan Universitas Gunadarma.
President Director PT NS BlueScope Lysaght Indonesia, Felix Gustiar, mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkenalkan potensi besar material baja kepada generasi muda, khususnya calon arsitek Indonesia.
Menurut Felix, tingkat pemanfaatan baja di sektor konstruksi nasional masih relatif rendah dibandingkan potensinya. Karena itu, dunia industri perlu berkolaborasi dengan institusi pendidikan agar mahasiswa memiliki pemahaman lebih luas mengenai berbagai kemungkinan desain menggunakan baja.
"Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam membentuk generasi arsitek yang inovatif dan adaptif. Melalui Student Design Sprint Competition 2026, kami berharap dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan baja dalam dunia arsitektur," ujar Felix dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/7/2026).
Kompetisi Dorong Inovasi dan Kolaborasi Mahasiswa
Ketua IAI Komisariat Wilayah Bekasi, Ar. Imam Setio Sucahyo, menilai kompetisi semacam ini menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa. Selain mengasah kemampuan desain, peserta juga dilatih berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, hingga mempresentasikan ide di hadapan para praktisi profesional.
Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menyiapkan calon arsitek yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
"Sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan industri merupakan langkah penting dalam mempersiapkan calon arsitek yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang," kata Imam.
Dalam proses kompetisi, setiap tim diberikan waktu untuk mengembangkan konsep desain sebelum mempresentasikan hasilnya kepada dewan juri.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kualitas desain, fungsi bangunan, tingkat inovasi, keberlanjutan, hingga relevansi solusi terhadap kebutuhan pengguna kawasan kampus.
Adapun dewan juri terdiri atas Ar. Nurseto Nugroho selaku Associate Architect Aboday Design, Ar. Aris Nuryahya dari UrbanPlus, Stanislas Dinda selaku Technical Marketing Manager PT NS BlueScope Lysaght Indonesia, serta Ar. Sigit Supriadi yang mewakili IAI Bekasi.
Didukung Webinar Bersama Praktisi Arsitektur
Sebelum memasuki babak kompetisi, seluruh peserta juga mendapatkan pembekalan melalui webinar pra-kompetisi yang dilaksanakan dua pekan sebelumnya.
Dalam sesi tersebut, para mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses perancangan arsitektur praktis langsung dari para profesional di bidangnya.
Webinar menghadirkan Ar. Vicentius Hermawan selaku Director of Architecture & Partner UrbanPlus, Ar. Gregorius Agie Aditama selaku Director of Operations Aboday Design, serta Stanislas Dinda dari PT NS BlueScope Lysaght Indonesia.
Materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi peserta dalam mengembangkan gagasan desain yang realistis, inovatif, sekaligus sesuai dengan kebutuhan dunia konstruksi modern.
Melalui penyelenggaraan Student Design Sprint Competition 2026, PT NS BlueScope Lysaght Indonesia dan IAI Komisariat Wilayah Bekasi berharap tercipta ruang kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan, organisasi profesi, dan industri.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi arsitek muda Indonesia yang lebih kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan di masa depan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!