1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

Prancis Hadapi Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026, Benturan Dua Filosofi Berbeda

Desi Rossilawati
Selasa, 30 Juni 2026 | 14:46 WIB
Bagikan
Prancis Hadapi Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026, Benturan Dua Filosofi Berbeda

Prancis vs Swedia./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Tim nasional Prancis siap bersua Swedia dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) WIB. Laga ini diprediksi menjadi pertarungan dua gaya bermain yang saling bertolak belakang secara taktis maupun filosofis.

Kekuatan utama skuad asuhan Didier Deschamps bertumpu pada dominasi fisik dan kemampuan transisi cepat. Les Bleus mampu mengancam lawan lewat kedua sisi sayap maupun melalui lini tengah yang meledak-ledak, didukung kualitas individu yang merata di seluruh lini.

Kedalaman skuad tersebut menjadikan Prancis diakui sebagai salah satu tim paling komplet di turnamen ini, dengan kemampuan mengubah jalannya laga kapan pun diperlukan.

Bukti nyata kekuatan itu terlihat saat Prancis menyapu bersih fase grup dengan mengalahkan Senegal, Irak, dan Norwegia secara beruntun. Mereka melaju sebagai juara Grup I berbekal 10 gol dari tiga pertandingan.

Dua nama paling menonjol di lini depan Prancis adalah Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, yang masing-masing telah mencetak empat gol dan memimpin serangan tim. Mereka didampingi pemain-pemain berbakat seperti Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola.

Mbappe dikenal dengan kecepatan dan ketajamannya di depan gawang, sementara Dembele mengandalkan kreativitas olah bola serta tembakan yang terukur. Olise melengkapi tiga serangkai itu dengan kemampuannya melewati lawan dan visi bermain tajam dalam membaca pergerakan rekan-rekannya.

Kemewahan Prancis tidak hanya terbatas di lini serang. Sektor tengah mereka pun kuat, dihuni Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga yang dikenal tangguh dalam duel fisik sekaligus fleksibel dalam berbagai peran.

Di lini pertahanan, Prancis memiliki William Saliba, Ibrahima Konate, dan Dayot Upamecano sebagai pilihan di jantung pertahanan, sedangkan posisi bek sayap kerap diisi duo kakak beradik Theo dan Lucas Hernandez.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.