BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

Prancis Guncang Thomas Cup 2026, Taktik Jadi Penentu

Desi Rossilawati
Sabtu, 2 Mei 2026 | 09:42 WIB
Bagikan
Prancis Guncang Thomas Cup 2026, Taktik Jadi Penentu

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengungkap penyebab mereka kesulitan tampil maksimal saat tampil di partai krusial Indonesia vs. Prancis di Thomas Cup 2026./visi.news/bolasport.

VISI.NEWS | JAKARTA - Hasil mengejutkan tersaji pada perempat final Thomas Cup 2026 ketika tim bulu tangkis putra Prancis berhasil menyingkirkan Jepang dengan kemenangan telak 3-0.

Kemenangan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga menandai perubahan lanskap kekuatan bulu tangkis dunia yang selama ini didominasi negara Asia.

Di atas kertas, Jepang lebih diunggulkan. Namun Prancis menunjukkan bahwa dalam format beregu seperti Thomas Cup, strategi dapat menjadi pembeda yang sangat menentukan. Skema permainan yang diterapkan pelatih Prancis dengan menurunkan kekuatan tunggal secara beruntun terbukti efektif menekan lawan sejak awal.

Christo Popov membuka momentum dengan kemenangan atas Kodai Naraoka melalui dua gim langsung 21-17, 21-17. Keunggulan ini kemudian diperkuat Alex Lanier yang tampil disiplin saat menghadapi Yushi Tanaka dengan skor 21-15, 21-17. Tanpa memberi ruang bagi Jepang untuk bangkit, Toma Junior Popov menutup laga lewat duel ketat melawan Koki Watanabe dengan hasil 21-19, 23-21.

Secara analitis, keberhasilan Prancis tidak hanya terletak pada kualitas individu pemain, tetapi juga pada keberanian mengubah pola konvensional. Penggunaan pendekatan berbasis kekuatan tunggal secara beruntun menunjukkan bahwa fleksibilitas strategi dapat menggeser dominasi tim yang secara historis lebih mapan.

Kemenangan ini juga memperlihatkan meningkatnya kedalaman skuad Prancis. Kehadiran pemain muda seperti Alex Lanier yang mampu bersaing di level elite menjadi indikator bahwa pembinaan mereka mulai membuahkan hasil. Dalam konteks kompetisi global, hal ini mempersempit jarak antara kekuatan tradisional Asia dan kekuatan baru dari Eropa.

Sementara itu, di pertandingan lain, Denmark memastikan langkah ke semifinal setelah mengalahkan Thailand dengan skor 3-1. Kemenangan Denmark mempertegas pola yang sama, bahwa tim Eropa kini semakin konsisten dalam format beregu, terutama dengan kombinasi pengalaman dan kedalaman ganda putra yang solid.

Fenomena ini memberi sinyal penting bagi peta persaingan bulu tangkis dunia. Jika sebelumnya dominasi Asia nyaris tak tergoyahkan, Thomas Cup 2026 menunjukkan bahwa keseimbangan kekuatan mulai bergeser. Faktor strategi, rotasi pemain, dan keberanian mengambil risiko kini menjadi elemen krusial yang menentukan hasil akhir, bukan sekadar reputasi atau peringkat dunia. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.