Rupiah Melemah, Kekhawatiran Masyarakat Kian Membesar
Ilustrasi rupiah. /visi.news/ist.
VISI.NEWS KOTA BANDUNG- Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga mendekati Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.783 per dolar AS, menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah. dilansir dari MSM, Kamis (28/5/2026).
Rupiah dibuka melemah 2 poin di level Rp 17.746 per dolar AS dan terus bergerak turun hingga berada di posisi Rp 17.775 per dolar AS pada pukul 09.26 WIB. Pelemahan ini memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat, terutama terkait potensi kenaikan harga kebutuhan sehari hari dan tekanan ekonomi rumah tangga.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan investor masih bersikap wait and see terhadap perkembangan geopolitik global, khususnya respons Iran atas proposal damai terbaru dari Amerika Serikat.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, investor wait and see menantikan respons Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Lukman dalam keterangannya dikutip, Kamis (28/5/2026).
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan global. Situasi tersebut ikut berdampak pada penguatan dolar AS dan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di tengah kondisi itu, masyarakat kembali dihadapkan pada kecemasan akan daya beli yang bisa semakin tergerus apabila pelemahan rupiah terus berlanjut. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!