Pramono Tegaskan Tanggung Jawab Pembangunan Kembali JPO Sarinah demi Akses Difabel
Ia menambahkan, “Yang jelas sudah dibangun dan saya bertanggung jawab. Yang namanya Gubernur itu ya tanggung jawab.”
JPO Sarinah memiliki nilai historis bagi Jakarta. Jembatan ini pertama kali dibangun pada 1968 di era Gubernur Ali Sadikin dan tercatat sebagai JPO pertama di Ibu Kota. Pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kawasan Sudirman–Thamrin ditata dengan konsep ramah pejalan kaki dan difabel.
Namun pada 2022, JPO Sarinah dibongkar dengan pertimbangan estetika kota agar tidak menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang dan bangunan bersejarah di sekitarnya. Sebagai pengganti, penyeberangan pelican crossing diterapkan karena dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia, dan ibu hamil.
Kini, di bawah kepemimpinan Pramono Anung, JPO Sarinah kembali dihadirkan sebagai bagian dari upaya menyediakan pilihan akses penyeberangan yang lebih inklusif bagi seluruh warga. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!