Praktisi Humas Diharapkan Mampu Beradaptasi dengan Metaverse

ED
Jumat, 1 April 2022 | 18:39 WIB
Bagikan
Praktisi Humas Diharapkan Mampu Beradaptasi dengan Metaverse
  • Sesuai dengan rekomendasi dari Konvensi Nasional Humas tahun 2021, bahwa humas Indonesia harus memiliki proactive mindset dengan transformasi digital secara maksimal, inovatif, dan kolaboratif dengan pemangku kepentingan.
  • Perhumas memandang bahwa hal ini harus menjadi digitalisasi, menjadi salah satu prioritas, sebagai upaya untuk memajukan dan mengoptimalkan peran humas dalam dunia komunikasi di Indonesia, yang dapat membantu untuk glorifikasi #IndonesiaBicaraBaik.
  • Hadirnya Perhumas Talk Episode I dengan tema “What Should Public Relations Know About Metaverse”, diharapkan dapat memberi gambaran tentang dunia baru “Metaverse” sehingga dapat memberikan gambaran oleh para praktisi humas.

VISI.NEWS | JAKARTA - Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) menyelenggarakan Perhumas Talk Episode I dengan tema "What Should Public Relations Know About Metaverse.” Ajang ini merupakan salah satu langkah, dalam menyiapkan humas untuk beradaptasi, dan menghadapi berbagai perubahan, khususnya di era baru dalam dunia digital yaitu metaverse.

Acara yang diselenggarakan pada Jumat (1/4/2022) secara virtual, menghadirkan narasumber, diantaranya Pakar Branding Yuswohady, Pikukuh Pambudhiarto selaku Chief Executive Officer Panenmaya Group dan Dewan Pakar Perhumas, Hasby Asyadiq selaku Founder dan CEO Assemblr, dan Amelinda Fidella selaku Moderator dari Corporate Communications Astra.

Dengan mengusung tema "What Should Public Relations Know About Metaverse” seorang praktisi humas diharapkan mampu memiliki kesiapan dan dapat mempersiapkan strategi dalam menghadapi tantangan transformasi komunikasi digital.

Hadirnya acara ini bertujuan mengenalkan istilah metaverse dalam dunia komunikasi digital, mengeksplorasi pola komunikasi yang akan terjadi dalam dunia metaverse, Bagaimana profesi humas pada era metaverse, mencari tahu apa yang akan terjadi apabila metaverse ini sudah benar - benar terjadi, dan komponen apa saja yang membentuk metaverse.

Wakil Ketua Umum Bidang Pelatihan Kehumasan Perhumas Nurlaela Arief menyampaikan, asosiasi profesi kehumasan baik di Indonesia dan juga global belum banyak mengangkat tema metaverse. “Perhumas merupakan yang pertama membahas topik metaverse ini. dengan bangga menghadirkan tema metaverse ini, kami mengutamakan kapabilitas, kompetensi, kompetensi serta intelektualitas. Hal ini bertujuan, agar profesi humas bisa selangkah lebih maju dari profesi lainnya. Kami meyakini hadirnya ajang ini diyakini mampu dapat memetakan apa saja tugas para praktisi humas, yang dapat dimaksimalkan dalam metaverse, apakah di perencanaan, program, media ataupun evaluasi, khususnya digital public relations.”

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.