Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026 GAC Rayakan 30 Juta Pemilik Global, Tebar Harga Spesial Mobil Listrik di GIIAS 2026 30 Jul 2026 Bandung Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, BMKG Imbau Warga Siapkan Payung 30 Jul 2026 Jadwal Piala AFF 2026: Indonesia Tantang Timor Leste 29 Jul 2026 Persebaya Unggul 1-0 atas PSMS Lewat Sundulan Yuran 29 Jul 2026 Warga Kuningan Temukan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan 29 Jul 2026 Igor Tolic Puji Penampilan Gemilang Pemain Muda Persib 29 Jul 2026 FK PKBM Kota Bandung Tingkatkan Literasi di Pendidikan Nonformal 29 Jul 2026 Bandung Utama Job Fair 2026 Hadirkan 3.019 Lowongan Kerja 29 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026 GAC Rayakan 30 Juta Pemilik Global, Tebar Harga Spesial Mobil Listrik di GIIAS 2026 30 Jul 2026 Bandung Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, BMKG Imbau Warga Siapkan Payung 30 Jul 2026 Jadwal Piala AFF 2026: Indonesia Tantang Timor Leste 29 Jul 2026 Persebaya Unggul 1-0 atas PSMS Lewat Sundulan Yuran 29 Jul 2026 Warga Kuningan Temukan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan 29 Jul 2026 Igor Tolic Puji Penampilan Gemilang Pemain Muda Persib 29 Jul 2026 FK PKBM Kota Bandung Tingkatkan Literasi di Pendidikan Nonformal 29 Jul 2026 Bandung Utama Job Fair 2026 Hadirkan 3.019 Lowongan Kerja 29 Jul 2026

Dedi Mulyadi Akui Sekolah Negeri Belum Mampu Tampung Semua Siswa

Desi Rossilawati
Minggu, 14 Juni 2026 | 22:31 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Akui Sekolah Negeri Belum Mampu Tampung Semua Siswa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | BANDUNG - Persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB SMA dan SMK negeri di Jawa Barat kembali menunjukkan tantangan besar pemerataan akses pendidikan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui bahwa kemarahan sejumlah orangtua murid yang anaknya tidak lolos sekolah negeri merupakan hal yang wajar, karena pemerintah belum mampu menyediakan daya tampung yang cukup bagi seluruh calon peserta didik.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul aksi protes orangtua murid di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat. Mereka khawatir anak anaknya tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri pada tahun ajaran baru.

"Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara," ujar Dedi dalam keterangannya dikutip, Minggu (146/2026).

Dedi menilai pemerintah tidak boleh menyalahkan masyarakat atas situasi tersebut. Menurutnya, persoalan utama terletak pada keterbatasan jumlah sekolah negeri dan tenaga pendidik yang belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga Jawa Barat.

"Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat, guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu kesalahannya," ucap Dedi.

Berdasarkan data Pemprov Jabar, sekitar 444.000 siswa telah terpetakan dalam sistem Pemetaan Calon Murid Baru. Namun, masih terdapat potensi sekitar 70.000 hingga 77.000 siswa yang belum dapat tertampung di sekolah negeri. Angka ini memperlihatkan bahwa persoalan SPMB bukan hanya soal teknis pendaftaran, tetapi juga menyangkut kapasitas layanan pendidikan publik.

Dedi juga menjelaskan bahwa persaingan antarsiswa semakin ketat karena adanya pendaftar dari luar wilayah pemetaan. Kondisi tersebut membuat sebagian calon murid yang awalnya berpeluang lolos mengalami penurunan peringkat setelah pendaftar baru masuk ke sekolah tujuan.

"Tanpa pemetaan, anaknya mendapat saingan dari para pendaftar baru dan anak-anak yang tidak masuk ke sekolah tujuan sebelumnya, kemudian mendaftar di sekolah tersebut. Akibatnya anaknya mengalami penurunan peringkat sehingga orang tuanya merasa anaknya berpotensi tidak terpetakan di sekolah negeri," jelas dia.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.