Prabowo Ungkap Kamboja Kena Dampak karena Indonesia Stop Impor Beras
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 5 Mei 2025 | 18:15 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia telah menghentikan impor beras dari Kamboja karena lonjakan produksi dalam negeri yang signifikan. Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo menceritakan pertemuannya dengan Presiden Senat Kerajaan Kamboja, Hun Sen, di Istana Negara, Senin (5/5/2025).
Dalam sidang kabinet paripurna hari yang sama, Prabowo mengutip keluhan Hun Sen soal dampak kebijakan tersebut terhadap ekspor Kamboja.
“Ini akan berpengaruh pada kita, karena biasanya Indonesia beli beras dari kita. Tapi tahun ini, Kamboja harus cari pasar baru karena Indonesia tidak akan impor,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, keputusan tersebut diambil seiring dengan peningkatan produksi beras nasional, terutama dari daerah-daerah strategis seperti Sumatera Selatan.
“Saya dari Sumatera Selatan berasnya yang tiap tahun berkisar 3 juta ton, tahun ini mencapai 4 juta ton. Artinya peningkatan 25 persen,” ungkapnya.
Prabowo juga mengklaim cadangan beras pemerintah saat ini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Belum pernah kita, pemerintah, menguasai, memiliki, jumlah tonase beras sebesar sekarang. Ini suatu prestasi, tapi prestasi bukan data begitu saja apalagi pertanian,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa capaian tersebut bukan hanya sebatas angka, melainkan menunjukkan keberhasilan nyata sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!