Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab atas Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Whoosh

ED
Rabu, 5 November 2025 | 12:37 WIB
Bagikan
Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab atas Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Whoosh

VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa dirinya akan bertanggung jawab penuh atas polemik pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau yang dikenal dengan nama Whoosh. Hal ini disampaikan Prabowo usai meresmikan dan menjajal KRL di kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025). Presiden menginstruksikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan publik untuk tidak khawatir terkait masalah pembiayaan proyek tersebut.

PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir. Kita layani rakyat. Kita berjuang untuk rakyat kita. Teknologi, semua sarana, itu tanggung jawab bersama dan itu di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab untuk itu,” ujar Prabowo dengan penuh keyakinan.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa ia telah mempelajari dengan seksama masalah utang dan pembiayaan operasional proyek Whoosh. Menurutnya, Indonesia masih sanggup untuk membayar utang tersebut tanpa ada masalah yang berarti. “Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti utang itu, Whoosh semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan. Kita hitung, enggak ada masalah itu,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini menambah keyakinan bahwa pemerintah akan tetap mendukung proyek kereta cepat ini. Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh hanya menghitung untung-rugi dalam menyediakan transportasi umum yang layak untuk masyarakat. Ia menekankan bahwa transportasi umum merupakan bagian dari layanan publik atau Public Service Obligation (PSO) yang harus diberikan negara untuk kepentingan rakyat.

Sebagai contoh, Prabowo menjelaskan bagaimana pemerintah telah memberikan subsidi hingga 60 persen untuk layanan kereta api saat ini, agar masyarakat bisa mengakses transportasi tersebut dengan harga yang terjangkau. "Ini kehadiran negara. Dari mana uang itu? Uang itu dari uang rakyat. Uang itu dari pajak. Uang itu dari kekayaan negara. Makanya kita harus mencegah semua kebocoran," jelasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.