Prabowo Ingin Bansos Tepat Sasaran, Berbasis DTSEN yang Sudah Diuji Petik
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto ingin bantuan sosial (bansos) yang diberikan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam distribusi bansos.
menegaskan pentingnya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah kini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam distribusi bansos.Hal ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai menghadiri Rapat Terbatas bersama para menteri dan pimpinan lembaga di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/5/2025).
"Presiden ingin apa yang diberikan ini (bantuan) tepat sasaran, sampai kepada mereka yang memang membutuhkan dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujar Gus Ipul dikutip dari laman resmi Kemensos, Selasa (3/6/2025).
Mengacu pada data dari Dewan Ekonomi Nasional atau DEN 2025 dari Rp504 triliun bansos dari seluruh kementerian dan lembaga ditengarahi tidak semuanya tepat sasaran.
"Misalnya seperti program keluarga harapan dan sembako, ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran," ujarnya.
Terkait hal tersebut, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan kepada sejumlah kementerian dan lembaga untuk melakukan konsolidasi data.
"Yang diberi tugas adalah BPS, kerja kami selama 3 bulan lebih, alhamdullilah akhirnya kita sudah memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," terangnya.
DTSEN selanjutnya dikukuhkan melalui Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025. Dari sini, DTSEN wajib menjadi acuan tunggal bagi kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan pemerintah dan program-program pemberdayaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!