Poros Muda NU Dukung Keputusan Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur

ED
Minggu, 23 November 2025 | 08:36 WIB
Bagikan
Poros Muda NU Dukung Keputusan Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur

VISI.NEWS | BANDUNG - Poros Muda Nahdlatul Ulama (PMNU) menyatakan dukungannya terhadap keputusan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU. Dukungan tersebut disampaikan setelah risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar pada Jumat (21 /11/2025), beredar luas di kalangan internal dan publik.

Dalam risalah tersebut, Syuriah PBNU menyebutkan bahwa berdasarkan musyawarah antara Rais Aam dan dua wakilnya, diputuskan agar Gus Yahya mundur dari posisi Ketua Umum PBNU. Risalah itu juga memberi tenggat waktu tiga hari untuk pengunduran diri. Jika tidak dipenuhi, Syuriah PBNU menyatakan akan memberhentikan Gus Yahya dari jabatannya.

Koordinator Nasional PMNU, Ramadhan Isa, mengatakan bahwa organisasinya menghormati dan mendukung keputusan Rais Aam sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam struktur kepengurusan NU. “Karena itu, setiap kader NU harus tunduk pada keputusan Rais Aam, termasuk Gus Yahya selaku Ketum PBNU. Semua kader NU harus patuh pada Rais Aam selaku pimpinan tertinggi organisasi,” ujar Ramadhan dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

Ramadhan menilai keputusan Syuriah PBNU tentu diambil melalui pertimbangan matang. Ia menyebut bahwa Syuriah memiliki alasan kuat sebelum mengusulkan pemberhentian ketua umum, termasuk isu terkait tata kelola organisasi dan dinamika internal yang belakangan menjadi sorotan publik. Karena itu, PMNU meminta seluruh kader NU menaati keputusan struktural tersebut.

Di tengah dinamika ini, Tanfidziah PBNU menggelar rapat koordinasi darurat dengan mengundang seluruh ketua PWNU dari berbagai daerah. Undangan rapat ditandatangani Wakil Ketua Umum H. Amin Said Husni dan Wasekjen PBNU H. Faisal Saimima, dengan tembusan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Rapat ini digelar di sebuah hotel di kawasan Surabaya Timur untuk merespons situasi yang berkembang cepat.

Sementara itu, Ketua LTN NU Kabupaten Bandung, Bambang Melga Suprayogi, menilai polemik ini menjadi perhatian besar warga NU. Ia menyebut bahwa sebagian kalangan masih menganggap konflik internal PBNU sebagai sesuatu yang “pamali” untuk dibicarakan, namun kenyataannya dinamika yang muncul justru menjadi konsumsi publik. “Posisi Gus Yahya yang digoyang tentu menunjukkan adanya persoalan serius, baik yang terlihat maupun yang tidak,” ujarnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.