Polisi Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar Bogor

Desi Rossilawati
Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:55 WIB
Bagikan
Polisi Tangkap Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar Bogor

Ilustrasi./visi.news/polri.go.id.

VISI.NEWS | BOGOR - Kepolisian berhasil mengungkap kasus tawuran antarpelajar yang menewaskan seorang siswa madrasah tsanawiyah di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seorang pelajar berusia 16 tahun ditangkap dan ditetapkan sebagai pelaku dalam peristiwa kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seorang remaja tersebut.

Kapolsek Dramaga, AKP AM Zalukhu, mengatakan pengungkapan kasus dilakukan setelah serangkaian penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Pelaku diamankan pada Jumat (29/5/2026) beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

"Polsek Dramaga telah melakukan pengungkapan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan meninggal dunia," kata dalam keterangannya dikutip, AM Zalukhu, Sabtu (30/5/2026).

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti.

"Barang bukti satu buah celurit berukuran 50 Cm, baju, dan celana korban," jelasnya.

Kasus ini berawal dari tawuran antarkelompok pelajar yang terjadi di kawasan Jalur Lingkar Dramaga pada Jumat (17/4) malam. Saat itu, petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan membubarkan kelompok pelajar yang terlibat bentrokan. Namun setelah dilakukan penyisiran, petugas menemukan seorang pelajar berinisial SP tergeletak di area persawahan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Korban yang merupakan siswa MTs tersebut mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian punggung. Dalam rekaman video yang beredar, korban terlihat dievakuasi warga menggunakan sarung dan dibawa melintasi area persawahan. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dari sisi konteks, kasus ini kembali menyoroti persoalan tawuran pelajar yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Tawuran tidak lagi sekadar bentrokan antarkelompok remaja, tetapi telah berkembang menjadi aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam dan berisiko menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa di Dramaga menunjukkan bahwa konflik antarpelajar dapat berujung pada konsekuensi hukum yang berat bagi pelaku maupun dampak sosial yang mendalam bagi keluarga korban. Karena itu, kepolisian menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

"Peristiwa kekerasan antarpelajar yang terjadi hingga menyebabkan aksi pembacokan merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap biasa. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta pengendalian emosi anak," bebernya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar sekolah, pendidikan karakter, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak memiliki peran penting dalam mencegah terulangnya aksi kekerasan yang merenggut masa depan generasi muda.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.